Wakil Kepala BPS Canangkan SE2026 di NTB, Usung Kolaborasi
Wakil Kepala BPS Canangkan SE2026 di NTB, Usung Kolaborasi

Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Sonny Harry Budiutomo, secara resmi mencanangkan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Jumat, 19 Juni 2026. Acara pencanangan berlangsung di Gedung Gelanggang Pemuda Youth Centre, Mataram, dan dihadiri oleh lebih dari 500 tamu undangan, termasuk Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani, para bupati dan wali kota se-Pulau Lombok, serta unsur Forkopimda Provinsi NTB.

Komitmen Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Dalam sambutannya, Sonny Harry Budiutomo menegaskan bahwa SE2026 merupakan instrumen strategis untuk memotret kondisi dan perkembangan aktivitas usaha di daerah secara lengkap. Sensus ini dilaksanakan pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Menurut data BPS, pada tahun 2026 terdapat 658 ribu unit usaha di NTB, meningkat hampir 60 ribu usaha dalam sepuluh tahun terakhir.

"Kami tidak hanya mencatat lapangan usaha tapi juga door to door dari rumah ke rumah. Jadi, mohon dukungan pelaku usaha dan keluarga untuk membuka pintu bagi petugas kami di lapangan," ujar Sonny dalam keterangannya, Minggu (21/6/2026). Ia juga mengajak masyarakat untuk menerapkan prinsip 'TIR': Terima petugas SE2026, Isi data dengan benar, dan Rahasia data pasti terjaga.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dukungan Penuh dari Pemerintah Daerah

Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan SE2026. Menurutnya, data ekonomi yang berkualitas merupakan fondasi bagi perencanaan pembangunan yang tepat sasaran. "Data ekonomi yang baik akan melahirkan kebijakan yang baik. Karena itu, Sensus Ekonomi 2026 harus kita sukseskan bersama," jelasnya. Ia juga mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk menerima petugas sensus dan memberikan informasi yang akurat.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, memberikan apresiasi atas semangat jajaran BPS dalam menyelenggarakan SE2026 di tengah efisiensi dan pengurangan anggaran. "Kami di Komisi X salut dan bangga kepada BPS, khususnya BPS Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam menjalankan amanah undang-undang. Sebagai mitra BPS di Komisi X, kami mendukung BPS dalam menjalankan amanah undang-undang," ucapnya. Menurutnya, potret ekonomi Indonesia saat ini dan masa depan sangat ditentukan oleh pelaksanaan SE2026.

Semangat Kolaborasi Melalui Budaya Lokal

Semangat kolaborasi dan komitmen seluruh pemangku kepentingan ditunjukkan melalui penancapan bendera pada miniatur Gunung Rinjani oleh Wakil Kepala BPS RI, Gubernur NTB, para bupati dan wali kota, serta unsur Forkopimda Provinsi NTB. Dukungan pemerintah daerah juga diwujudkan melalui penandatanganan deklarasi oleh para bupati dan wali kota sebagai bentuk kesiapan menyukseskan pendataan di wilayah masing-masing.

Pencanangan SE2026 di NTB semakin semarak dengan penampilan peresean, seni bela diri tradisional masyarakat Sasak yang menjadi ikon budaya daerah. Peresean dipilih sebagai simbol keberanian, ketangguhan, dan sportivitas yang sejalan dengan semangat kolaborasi dalam pelaksanaan SE2026. Suasana semakin meriah ketika Gubernur NTB dan Wakil Kepala BPS RI turun langsung ke arena sebagai pepadu peresean secara simbolis. Melalui pendekatan budaya lokal, pesan pentingnya sensus ekonomi diharapkan semakin dekat dan mudah diterima masyarakat.

Potret Ekonomi NTB Melalui SE2026

NTB tumbuh sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Indonesia Tengah dan Timur, ditopang oleh Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang menjadi tuan rumah MotoGP serta Gunung Rinjani sebagai destinasi wisata dunia. Kehadiran dua kawasan unggulan ini mendorong perkembangan aktivitas usaha di sektor pariwisata, transportasi, akomodasi, perdagangan, hingga ekonomi kreatif. SE2026 akan memotret seluruh aktivitas ekonomi tersebut secara lengkap, termasuk sektor pertanian yang juga menjadi andalan. Pada tahun 2025, produksi padi NTB menjadi yang kedua tertinggi di kawasan Indonesia Tengah dan Timur, dengan pertumbuhan pesat mencapai 14,51 persen.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga

Pameran UMKM dan Partisipasi Masyarakat

Rangkaian kegiatan pencanangan juga diramaikan oleh pameran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menampilkan berbagai produk unggulan daerah. Kehadiran para pelaku UMKM menjadi representasi nyata denyut ekonomi NTB yang akan dipotret melalui SE2026. Sonny mengingatkan seluruh petugas sensus untuk memastikan tidak ada keluarga maupun usaha yang terlewat serta menjaga kualitas data yang dikumpulkan. "Pastikan jangan ada yang terlewat, semua harus dicacah. Pastikan semua data akurat. Jangan ada yang terlewat, data akurat," pesan Sonny kepada seluruh petugas dan jajarannya.