Hasto Soroti Tokoh Prakasa Kitabuming dalam Film Ghost in the Cell Karya Joko Anwar
Hasto Soroti Tokoh Prakasa Kitabuming dalam Ghost in the Cell

Hasto Soroti Tokoh Prakasa Kitabuming dalam Film Ghost in the Cell

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyoroti tokoh bernama Prakasa Kitabuming dalam film Ghost in the Cell karya sutradara Joko Anwar. Menurutnya, Joko Anwar cerdas dalam menciptakan karakter yang sarat makna simbolik, mulai dari nama, asal, hingga nomor registrasi tahanan.

Makna Simbolik di Balik Karakter

Dalam film tersebut, Prakasa Kitabuming digambarkan sebagai narapidana asal Solo yang merupakan pengusaha terlibat dalam penggundulan hutan. Hasto mengapresiasi kecerdasan Joko Anwar dalam menyampaikan kritik sosial melalui karakter ini.

"Joko Anwar dengan sangat cerdas menyampaikan bagaimana ada pengusaha yang sangat tamak sehingga ketika dia ditangkap di penjara pun karena kasus korupsi, maka pengusaha yang namanya Prakasa Kitabuming ini kemudian masih menikmati kemewahan yang luar biasa, dan kemudian yang kritik sosialnya, dia berasal dari Solo. Nomor registrasinya 21061961. Ini sangat simbolik. Maka ini film yang mencerdaskan," kata Hasto usai menghadiri pemutaran film dalam rangka Bulan Bung Karno, di Jakarta Pusat, Minggu (7/6).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kritik Sosial dan Semangat Bung Karno

Hasto menilai film tersebut penuh dengan kritik sosial dan merefleksikan semangat perlawanan yang pernah diperjuangkan Bung Karno terhadap kapitalisme dan imperialisme yang terus muncul dalam bentuk baru. Ia meminta kader PDIP menonton film ini untuk menangkap pesan yang disampaikan.

"Nah, Joko Anwar mengingatkan hal itu dan menurut saya ini sangat luar biasa teman-teman wartawan bisa melihat berbagai pesan-pesan dari namanya, dari asalnya, dari nomor registrasi tahanannya, itu bisa melihat bagaimana Indonesia tidak boleh terjadi sebagaimana yang ditunjukkan di dalam film Ghost In the Cell tersebut," ujarnya.

"Maka ini menggugah kita agar Bulan Bung Karno menyadarkan kita semuanya untuk setia pada nilai-nilai moral, setia pada idealisme, setia pada etika di dalam kehidupan bersama karena kita mencita-citakan sesuatu yang besar," tambah Hasto.

Apresiasi dari PDIP

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Kebudayaan Nasional PDIP Once Mekel menjelaskan bahwa acara nobar ini merupakan bentuk apresiasi terhadap karya anak bangsa sekaligus menjaga api semangat ide-ide Bung Karno. Once juga menyampaikan bahwa bulan ini menjadi momen peringatan kelahiran Bung Karno pada 6 Juni 1901.

"Kita ingin supaya kita selalu diingatkan, bukan hanya untuk memperingati kehidupan dari Bung Karno, tapi juga kita sama-sama menjaga api semangatnya, ide gagasan dari Bung Karno yang tidak akan pernah mati," kata Once.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga