Natalius Pigai Diklaim Bilang Penculikan WNI Risiko, Ini Faktanya
Pigai Diklaim Bilang Penculikan WNI Risiko, Ini Faktanya

KOMPAS.com - Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai diklaim menyatakan bahwa aksi penculikan oleh Israel terhadap sembilan warga negara Indonesia adalah risiko yang harus diterima. Menurut unggahan, Pigai memuat pernyataan itu karena para WNI itu semestinya memahami risiko pergi ke zona bahaya.

Beredar Narasi di Media Sosial

Narasi ini beredar di media sosial pada 20 Mei 2026. Saat itu, sembilan WNI yang tergabung dalam gerakan Global Sumud Flotilla masih ditahan secara ilegal oleh Israel. Akan tetapi, narasi itu dipastikan hoaks. Pigai tidak pernah memberikan komentar tersebut.

Fakta Sebenarnya

Pemerintah Indonesia terus berupaya membebaskan sembilan WNI yang ditahan Israel. Kementerian Luar Negeri telah melakukan berbagai langkah diplomatik. Pigai sendiri tidak mengeluarkan pernyataan seperti yang diklaim dalam narasi yang beredar.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya dengan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Selalu periksa fakta dari sumber terpercaya sebelum menyebarkan informasi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga