Silmy Karim Serahkan Diri Jadi Tersangka Korupsi Izin Tinggal WNA
Silmy Karim Serahkan Diri Tersangka Korupsi Izin WNA

Profil Silmy Karim, Wamen Imipas yang Menyerahkan Diri sebagai Tersangka Korupsi

Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) Silmy Karim resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan korupsi dalam pengurusan izin tinggal warga negara asing (WNA) di lingkungan Kantor Imigrasi Jakarta Barat. Silmy menjadi sorotan setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Imigrasi Jakarta Barat dan menetapkannya sebagai pihak yang dicari. Pada Rabu malam, 3 Juni 2026, sekitar pukul 22.32 WIB, ia menyerahkan diri ke KPK didampingi sejumlah ajudan dan langsung menjalani pemeriksaan.

Karier Silmy Karim Sebelum Masuk Pemerintahan

Silmy Karim bukanlah wajah baru di dunia pemerintahan maupun korporasi. Pria kelahiran Tegal, Jawa Tengah, ini merupakan lulusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti angkatan 1992. Sebelum bergabung dengan pemerintahan, ia mengabdikan lebih dari dua dekade di berbagai perusahaan nasional dan multinasional. Beberapa posisi strategis yang pernah diembannya antara lain Komisaris Utama PT Krakatau Posco, Komisaris Utama PT Krakatau Nippon Steel Synergy, Komisaris PT GE Power Solution Indonesia, Komisaris Utama MAN Diesel & Turbo Indonesia, dan Advisor PT Freeport Indonesia. Ia juga pernah menjabat sebagai Komisaris Independen Carrefour Indonesia sebelum dipercaya sebagai Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.

Karier di Pemerintahan dan Kekayaan Silmy Karim

Karier Silmy di pemerintahan dimulai saat ia dilantik sebagai Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM pada Januari 2023. Ketika pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terbentuk, ia kembali mendapat kepercayaan sebagai Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2025, Silmy memiliki total kekayaan bersih sebesar Rp234,59 miliar. Jumlah ini berasal dari total aset senilai Rp243,59 miliar dikurangi utang sebesar Rp8,99 miliar. Aset terbesarnya berupa tanah dan bangunan senilai Rp184,02 miliar yang tersebar di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Selain itu, ia memiliki kas dan setara kas Rp31 miliar, harta bergerak lainnya Rp11,39 miliar, surat berharga Rp8,69 miliar, serta alat transportasi dan mesin senilai Rp8,47 miliar.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Koleksi Kendaraan Mewah Silmy Karim

Dalam LHKPN tersebut, Silmy juga mencatatkan kepemilikan sejumlah kendaraan koleksi, termasuk dua unit sepeda motor Harley-Davidson keluaran 1998 dan 2003. Untuk kendaraan roda empat, ia memiliki Jeep CJ7 tahun 1988, Mercedes-Benz 280E tahun 1979, Toyota Land Cruiser tahun 1981, Jeep Wrangler tahun 1996, dan Mercedes-Benz G63 tahun 2022. Dari seluruh koleksi tersebut, Mercedes-Benz G63 menjadi aset kendaraan dengan nilai tertinggi, yaitu sekitar Rp6 miliar.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga