Satgas PRR Serahkan 120 Huntap di Tapanuli Selatan, Percepat Pemulihan Pascabencana
Pemerintah melalui Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera (Satgas PRR) terus menggenjot upaya pemulihan di wilayah terdampak bencana. Langkah konkret dilakukan dengan penyerahan 120 unit hunian tetap (huntap) tahap pertama kepada warga di Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, pada Jumat, 27 Maret 2026.
Penyerahan Huntap oleh Mendagri dan Menteri PKP
Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satgas PRR, Muhammad Tito Karnavian, bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, secara resmi menyerahkan huntap tersebut. Acara ini menandai percepatan transisi dari fase tanggap darurat menuju rehabilitasi dan rekonstruksi, yang dijadwalkan dimulai pada 1 April 2026. Huntap ini ditujukan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat atau hilang total akibat bencana.
Pembangunan huntap dilakukan melalui skema komunal dengan dukungan dari Yayasan Buddha Tzu Chi, yang berencana membangun total 2.603 unit huntap tersebar di tiga provinsi terdampak, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. "Ini termasuk gotong royong tercepat, paling cepat saya sampaikan," ungkap Tito Karnavian dalam kesempatan tersebut.
Dua Skema Pembangunan Huntap: Mandiri dan Komunal
Kasatgas PRR, Tito Karnavian, menjelaskan bahwa pembangunan huntap memiliki dua skema utama. Pertama, skema in-situ di mana masyarakat dapat membangun rumah secara mandiri di lokasi yang layak dan aman dengan dukungan dana sebesar Rp60 juta dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dana ini akan dicairkan dalam dua tahap, atau masyarakat dapat menyerahkan proses pembangunan kepada BNPB.
Kedua, skema komunal di mana pembangunan huntap dilakukan dalam satu kawasan yang lahannya disediakan oleh pemerintah daerah. Proses pembangunannya dilaksanakan oleh Kementerian PKP atau melalui gotong royong dengan kementerian, lembaga lain, dan pihak non-pemerintah seperti Yayasan Buddha Tzu Chi.
Apresiasi untuk Kecepatan Pendataan oleh Bupati Tapsel
Tito Karnavian mengapresiasi kinerja Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, yang cepat menghimpun dan melaporkan data rumah rusak akibat bencana, termasuk kategori rusak ringan, sedang, dan berat, lengkap dengan nama dan alamat warga. Kecepatan ini sangat penting untuk memastikan penyaluran bantuan dapat dilakukan secara tepat waktu.
Berkat data yang lengkap, warga terdampak telah menerima berbagai bantuan, seperti Jaminan Hidup (Jadup), Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi yang rumahnya rusak berat tetapi tidak tinggal di hunian sementara, Bantuan Isian Hunian (BIH), dan Bantuan Stimulan Sosial Ekonomi (BSSE). "Ini semua karena datanya paling lengkap oleh Pak Bupati dari Pak Gus Irawan," tegas Tito.
Ia berharap kecepatan pelaporan data ini dapat diikuti oleh daerah-daerah terdampak bencana lainnya, karena semakin cepat data diterima, semakin cepat pula Badan Pusat Statistik (BPS) memverifikasinya di lapangan, sehingga BNPB dan Kementerian PKP dapat segera bertindak.
Lokasi Strategis Huntap yang Mendukung Kehidupan Warga
Menteri PKP Maruarar Sirait juga memuji Bupati Tapsel dalam pemilihan lokasi pembangunan huntap. Ia menilai lokasi di Desa Hapesong Baru telah mendukung ekosistem keberlangsungan hidup warga, dengan akses mudah ke pasar, sekolah, dan rumah sakit yang tidak jauh dari kawasan tersebut.
"Lokasi ini tepat sekali, Pak Gus Irawan Pasaribu yang memilih. Ekosistem lokasinya bagus sekali. Ini sudah sesuai arahan Presiden. Pak Prabowo bilang dalam mengambil keputusan harus mempermudah rakyat," tandas Maruarar Sirait. Dengan demikian, penyerahan huntap ini tidak hanya memberikan tempat tinggal, tetapi juga harapan baru bagi warga untuk memulai kehidupan pascabencana dengan lebih baik.



