Pemerintahan Andra-Dimyati Capai Target Makro RPJMD Banten, Lampaui Nasional
Banten Lampaui Target Nasional di Tahun Pertama Andra-Dimyati

Pemerintahan Andra-Dimyati Torehkan Capaian Gemilang di Tahun Pertama

Periode setahun pertama kepemimpinan Gubernur Banten Andra Soni dan Wakil Gubernur Dimyati Natakusumah telah mencatatkan prestasi yang mengesankan dalam pencapaian target indikator makro Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) untuk tahun 2025-2029. Tidak hanya memenuhi target, beberapa indikator bahkan berhasil melampaui standar nasional, menunjukkan kemajuan signifikan di berbagai sektor.

Delapan Target Makro Tercapai dengan Hasil Memuaskan

Pada tahun 2025, RPJMD Provinsi Banten menetapkan delapan dari sembilan target indikator makro, yang merupakan ukuran statistik kunci untuk menilai kinerja perekonomian, sosial, dan pembangunan wilayah. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencakup Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran terbuka, persentase penduduk miskin, gini ratio, produksi domestik regional bruto (PDRB), kontribusi PDRB provinsi, dan indeks kualitas lingkungan hidup.

Menurut Arif Agus Rakhman, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Banten, dalam keterangan resminya pada Jumat (20/2/2026), IPM Provinsi Banten mencapai 77,25 poin, melampaui target RPJMD sebesar 76,50. Pencapaian ini menempatkan Banten di posisi tujuh besar nasional dalam kategori IPM tinggi, sebuah prestasi yang patut dibanggakan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pertumbuhan Ekonomi dan Investasi Meningkat Pesat

Perekonomian Banten tumbuh sebesar 5,37 persen (year-on-year) pada tahun 2025, melebihi target RPJMD yang ditetapkan pada 5,20 persen. Pertumbuhan ini didukung oleh kinerja stabil di sektor industri pengolahan, konstruksi, dan pertanian sebagai penggerak utama. Realisasi investasi juga mengalami peningkatan signifikan, dengan nilai mencapai Rp 130,2 triliun pada tahun 2025, naik dari Rp 105,64 triliun di tahun sebelumnya.

Di bidang ketenagakerjaan, jumlah penduduk bekerja di Banten meningkat menjadi 5,80 juta orang pada Februari 2025, membantu menekan angka pengangguran. Pengentasan kemiskinan juga menunjukkan hasil positif, dengan realisasi mencapai 5,51 persen, sedikit di atas target RPJMD sebesar 5,50 persen.

PDRB dan Lingkungan Hidup Tunjukkan Kemajuan

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita Banten pada tahun 2025 mencapai Rp74,67 juta, atau 103 persen dari target RPJMD sebesar Rp72,35 juta. Sementara itu, kontribusi PDRB Banten terhadap nasional berada di angka 3,96 persen, mendekati target 4 persen. Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) juga meningkat menjadi 69,12, melampaui target 66,92, menandakan perbaikan dalam aspek lingkungan.

Kinerja Tata Kelola Pemerintahan yang Solid

Pencapaian indikator makro ini didukung oleh kinerja tata kelola pemerintahan yang kuat. Pemerintah Provinsi Banten telah sembilan kali berturut-turut menerima opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah. Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) tahun 2025 meningkat menjadi 3,69 dengan kategori sangat baik, dan nilai Integritas Pemerintah Daerah melalui Survei Penilaian Integritas (SPI) 2025 mencapai 73,22.

Kualitas kebijakan daerah juga meningkat, dengan Provinsi Banten meraih kualifikasi 'Sangat Baik' dalam Pengukuran Indeks Kualitas Kebijakan (IKK) Tahun 2025. Provinsi ini kembali memperoleh predikat Informatif dalam Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2025 dengan skor 96,45. Dalam kinerja penyelenggaraan pemerintahan, Banten masuk 10 besar nasional, tepatnya di peringkat kesembilan dari 34 provinsi dengan status kinerja tinggi, diperkuat oleh kategori A (Sangat Baik) dalam Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Pelayanan Publik tahun 2025.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga