Data Ungkap Alumni UI, ITB, UGM Cepat Dapat Kerja, Bukan Lama Menganggur
Data Ungkap Alumni UI, ITB, UGM Cepat Dapat Kerja

Data terbaru dari tracer study Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Gadjah Mada (UGM) membantah anggapan bahwa lulusan kampus papan atas Indonesia kesulitan mencari kerja. Justru, mayoritas alumni dari jenjang vokasi hingga sarjana (S1) berhasil mendapatkan pekerjaan pertama dalam waktu kurang dari tiga hingga enam bulan setelah lulus.

Sentimen Negatif vs Fakta di Lapangan

Selama ini, banyak pihak melontarkan sinisme sosial seperti "percuma kuliah tinggi-tinggi kalau akhirnya lama menganggur". Namun, data kampus menunjukkan realitas yang berbeda. Menurut hasil tracer study UI, ITB, dan UGM, persentase alumni yang bekerja dalam waktu singkat sangat tinggi, menepis anggapan bahwa lulusan kampus ternama sulit bersaing di pasar kerja.

Data tersebut memperlihatkan bahwa sebagian besar lulusan vokasi dan S1 dari ketiga universitas tersebut sudah mendapatkan pekerjaan sebelum atau saat wisuda, atau dalam hitungan bulan setelah lulus. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas pendidikan dan jaringan alumni yang kuat menjadi faktor pendukung.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Perbandingan dengan Data Nasional

Fenomena ini berbeda dengan kondisi nasional di mana Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) untuk lulusan universitas masih cukup tinggi. Namun, untuk kampus-kampus top, angka tersebut jauh lebih rendah. Sebagai contoh, UI mencatat bahwa lebih dari 80% lulusan S1-nya sudah bekerja dalam waktu enam bulan. ITB dan UGM juga mencatat angka serupa, dengan mayoritas alumni bekerja di sektor formal sesuai bidang studi.

Menurut Kepala Pusat Karir UI, "Data tracer study kami menunjukkan bahwa lulusan UI sangat diminati pasar kerja. Banyak perusahaan yang langsung merekrut mahasiswa bahkan sebelum mereka lulus." Hal senada disampaikan oleh Direktur Kemahasiswaan ITB, "Kami memiliki program pengembangan karir yang terintegrasi, sehingga alumni ITB siap bersaing secara global."

Faktor Pendukung Keberhasilan Alumni

Beberapa faktor yang mendukung cepatnya alumni kampus top mendapatkan pekerjaan antara lain: reputasi universitas yang diakui, kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri, program magang dan kerja sama dengan perusahaan, serta pusat karir yang aktif memfasilitasi alumni. Selain itu, jaringan alumni yang luas juga memudahkan lulusan baru untuk mendapatkan informasi lowongan kerja.

Dengan demikian, anggapan bahwa lulusan kampus papan atas Indonesia lama menganggur tidaklah tepat. Data justru menunjukkan sebaliknya, bahwa mereka memiliki daya saing tinggi di pasar tenaga kerja.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga