Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, mengungkapkan kebanggaannya terhadap para siswa Sekolah Rakyat di Pati, Jawa Tengah. Setelah hampir dua semester mengikuti pendidikan, para siswa menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Kondisi mereka kini lebih nyaman, sehat, dan mampu mengikuti proses pembelajaran dengan baik.
Dialog Orang Tua dan Siswa Sekolah Rakyat
Pernyataan tersebut disampaikan Gus Ipul dalam acara 'Dialog Orang Tua dan Siswa Sekolah Rakyat' yang digelar di Sentra Margo Laras Pati, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5). Acara ini juga dihadiri oleh Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, yang turut memberikan apresiasi atas perkembangan para siswa.
"Secara umum, Alhamdulillah telah berjalan dengan baik. Ada perkembangan-perkembangan yang bisa kita catat sebagai prestasi. Anak-anak juga lebih nyaman. Kemudian fisiknya makin sehat, dan bisa mengikuti proses pembelajaran yang sudah dijadwalkan," kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Jumat (15/5/2026).
Penampilan Percaya Diri Siswa SRMP 12 Pati
Salah satu bukti perkembangan tersebut terlihat dari penampilan siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 12 Pati dalam acara tersebut. Para siswa tampil percaya diri di hadapan peserta yang hadir. Mereka membawakan berbagai atraksi, seperti yel-yel, pidato bahasa Inggris dan Arab, paduan suara, hingga pembacaan puisi. Seorang guru juga menampilkan simulasi pembelajaran di Sekolah Rakyat.
Kisah Siti Jamaatik: Bersyukur Anak Bersekolah di Sekolah Rakyat
Dalam kesempatan itu, Gus Ipul berdialog dengan para orang tua siswa. Salah satunya adalah Siti Jamaatik, ibu dari Hidayatul Afifah. Siti berasal dari Desa Sumberejo. Suaminya telah meninggal dunia, sehingga ia menjadi tulang punggung keluarga. Ia bekerja sebagai perawat lansia atau caregiver dengan penghasilan Rp1,5 juta per bulan.
Dengan penghasilan tersebut, Siti terkadang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia pun bersyukur anaknya bisa bersekolah di Sekolah Rakyat. "Saya merasa Alhamdulillah pak, saya bersyukur sekali karena anak saya dapat sekolah di SR ini," kata Siti.
Siti juga mengaku terkesan dengan sarana dan prasarana di Sekolah Rakyat. Menurutnya, ketika anaknya sakit, penanganan dapat diberikan dengan baik. Selain itu, ia bangga melihat perubahan positif pada anaknya. "(Sekarang) dia itu sopan, sama orang siapa saja dia sopan," ujar Siti.
Progres Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen di Pati
Gus Ipul menambahkan bahwa Kabupaten Pati menjadi salah satu daerah yang mendapat kesempatan dibangun Sekolah Rakyat permanen. Saat ini, progres pembangunannya sudah mencapai lebih dari 50 persen. Gedung permanen tersebut ditargetkan dapat menampung seribu siswa dari tingkat SD, SMP, hingga SMA. Fasilitasnya juga dilengkapi asrama siswa dan guru, perpustakaan, laboratorium, serta sarana dan prasarana olahraga.
"Ini adalah persembahan Bapak Presiden Prabowo untuk keluarga-keluarga yang paling tidak mampu, keluarga yang secara sosial ekonomi berada di Desil 1 (DTSEN)," kata Gus Ipul.
Apresiasi Plt Bupati Pati
Sementara itu, Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengaku terharu dan bangga melihat anak-anak di Pati, terutama dari keluarga tidak mampu, dapat memperoleh pendidikan melalui Sekolah Rakyat. "Jadi teman-teman yang di DTSEN Desil 1 tadi, itu sekarang sudah bisa bersekolah dan menggapai cita-citanya untuk sekolah yang sangat luar biasa dan sekolah yang sangat produktif. Ini sekali lagi kami ucapkan terima kasih," kata Ardhi.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Supomo, Kepala Sentra Margo Laras Pati Bambang Tri Hartono, Kepala SRMP 12 Pati Wulan Fitriyani, serta pejabat terkait lainnya.



