Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang menganggur pada tahun 2026 mencapai 813.776 orang. Angka ini setara dengan 11,24 persen dari total pengangguran terbuka nasional yang mencapai 7,24 juta jiwa. Data tersebut dirilis BPS dan dikutip dari Kompas.com pada Rabu (24/6/2026).
Pengangguran SMK di Jakarta Paling Tinggi
Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto, mengungkapkan bahwa lulusan SMA dan SMK menjadi kelompok dengan tingkat pengangguran tertinggi di Jakarta. Pada Februari 2026, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) untuk lulusan SMA umum mencapai 7,58 persen. Sementara itu, TPT lulusan SMK tercatat lebih tinggi, yaitu sebesar 8,15 persen.
Angka ini menunjukkan bahwa lulusan SMK menghadapi tantangan lebih besar dalam memasuki pasar kerja dibandingkan lulusan SMA. Data BPS DKI Jakarta menegaskan bahwa pengangguran terdidik masih didominasi oleh lulusan menengah atas, khususnya SMK.
Faktor Penyebab dan Dampak
Para pengamat ketenagakerjaan menilai bahwa ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan SMK dengan kebutuhan industri menjadi faktor utama. Banyak lulusan SMK belum memiliki keterampilan yang sesuai dengan permintaan pasar kerja saat ini. Selain itu, terbatasnya lapangan kerja formal yang tersedia juga memperparah kondisi.
Dampak dari tingginya pengangguran lulusan SMK tidak hanya dirasakan secara ekonomi, tetapi juga sosial. Peningkatan angka pengangguran berpotensi memicu masalah sosial seperti kemiskinan dan kriminalitas. Pemerintah daerah dan pusat diharapkan segera mengambil langkah strategis untuk mengatasi masalah ini.
Upaya Pemerintah
Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Pendidikan telah meluncurkan berbagai program untuk mengurangi pengangguran lulusan SMK. Program tersebut meliputi pelatihan vokasi, magang industri, dan sertifikasi kompetensi. Namun, efektivitas program ini masih perlu ditingkatkan agar dapat menyerap lebih banyak lulusan SMK ke pasar kerja.
Kadarmanto menambahkan bahwa sinergi antara sekolah, dunia usaha, dan pemerintah sangat penting untuk menekan angka pengangguran. "Kami berharap ada peningkatan kolaborasi agar lulusan SMK lebih siap kerja," ujarnya.



