Mensos: 11 Bulan Berjalan, Sekolah Rakyat Berkembang Signifikan
Mensos: Sekolah Rakyat Berkembang Signifikan dalam 11 Bulan

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, mengumumkan bahwa Sekolah Rakyat yang telah berjalan selama sekitar 11 bulan menunjukkan perkembangan yang signifikan meskipun menghadapi berbagai tantangan dan dinamika. Pernyataan ini disampaikan dalam acara Open House Sekolah Rakyat untuk Orang Tua dan Calon Siswa di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 21 Surabaya, Jawa Timur, pada Jumat (26/6).

Acara Open House dan Tujuan Kegiatan

Kegiatan Open House ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada calon siswa dan orang tua, serta tokoh masyarakat dan pemerintah daerah, untuk melihat langsung perkembangan pembelajaran siswa di Sekolah Rakyat. Acara ini menjadi ajang bagi para pemangku kepentingan untuk menyaksikan kemajuan yang telah dicapai oleh para siswa.

“Alhamdulillah setelah lebih dari 10 bulan (Sekolah Rakyat), proses pembelajarannya makin baik, anak-anak juga sudah mulai lebih disiplin, lebih percaya diri, semangat belajarnya meningkat, pertumbuhan juga bagus, kesehatannya juga makin bagus,” kata Gus Ipul setelah acara.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Sambutan dan Penampilan Siswa

Saat tiba di lokasi sekitar pukul 14.30 WIB, Gus Ipul disambut oleh berbagai penampilan dari siswa SRMA 21 Surabaya. Penampilan tersebut meliputi baris variasi, hadrah, tari tradisional, pencak silat, pidato bahasa Inggris dan Arab, paduan suara, serta puisi. Selain menyaksikan penampilan, Gus Ipul juga berdialog dengan orang tua, siswa, dan calon siswa untuk mendengar langsung pengalaman mereka.

Salah satu momen yang mengharukan adalah ketika Gus Ipul berdialog dengan Ita Fitriani, ibu dari siswi SRMA 21 Surabaya bernama Marsya Dwi Cahyani. Ita tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya terhadap perkembangan anaknya. “(Sekarang) sudah berani tampil, sudah baik pokoknya, dulu pemalu sekali, tertutup anaknya,” kata Ita.

Kisah Marsya: Dari Putus Sekolah Hingga Percaya Diri

Marsya, yang turut menampilkan baris variasi, berasal dari keluarga sederhana yang tinggal di Kecamatan Semampir, Surabaya. Ayahnya bekerja sebagai kuli bangunan, dan penghasilan yang terbatas membuat Marsya terpaksa putus sekolah selama lebih dari satu tahun. Namun, berkat Sekolah Rakyat, ia kini memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan.

“Saya terima kasih sekali sudah bisa sekolah di Sekolah Rakyat anaknya. Dulu kan sempat putus dia, satu tahun lebih. Ingin jadi dokter juga,” ujar Ita.

Marsya sendiri mengakui bahwa setelah hampir dua semester menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat, ia merasakan perubahan menjadi pribadi yang lebih baik, lebih mandiri, dan lebih disiplin. “Saya lebih disiplin, disiplin salat, terus bisa memanajemen waktu juga,” katanya.

Kehadiran Pejabat dan Dukungan Pemerintah Daerah

Acara Open House ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Gubernur Jawa Timur yang diwakili oleh Sekda Jawa Timur Adi Karyono, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Rektor Universitas Surabaya yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang 2 Prof. Bachtiar S Bachri, Kepala Dinas Sosial Jawa Timur Restu Novi Widiani, Kepala BPS Jawa Timur Herum Fajarwati, serta jajaran staf khusus menteri dan tenaga ahli Menteri Sosial. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh terhadap program Sekolah Rakyat.

Dengan perkembangan yang signifikan ini, Sekolah Rakyat diharapkan dapat terus memberikan dampak positif bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, membantu mereka meraih mimpi dan meningkatkan kualitas hidup.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga