Menteri Transmigrasi (Mentrans) Iftitah Sulaiman Suryanagara mengungkapkan keinginannya untuk melibatkan kampus dan dunia usaha ke kawasan transmigrasi. Dalam sebuah media gathering Kementrans di Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (26/6/2026), ia menyatakan bahwa pihaknya tengah memadukan pemerintah, dunia kampus, dan dunia usaha dalam program transmigrasi. Konsep ini dikenal sebagai triple helix.
Triple Helix dalam Transmigrasi
"Nah, kami sedang memadukan antara dunia usaha dengan dunia kampus. Inilah yang disebut dengan triple helix. Pemerintah, dunia kampus, dan dunia usaha. Nah, kita ingin hadir, kita ingin hadir tiga-tiganya ke kawasan transmigrasi. Kita ingin hadir, menghadirkan tiga-tiganya ke kawasan transmigrasi, bukan lagi sekadar apa namanya, orang dipindah. Tapi ada keterlibatan dunia usaha dan dunia kampus," kata Iftitah.
Transmigrasi Patriot dan Antusiasme Mahasiswa
Iftitah menyebut program Transmigrasi Patriot yang dicanangkan sudah membuat mahasiswa mulai ingin bertransmigrasi. Ia menceritakan pengalamannya bertemu dengan seorang transmigran patriot dari IPB di Sulawesi Tengah. "Saya beri contoh, saya ketemu dengan transmigran patriot dari IPB. Dia bilang sama saya, 'Pak, saya terima kasih.' Ketemu di Sulawesi Tengah. Saya bilang, 'Kenapa terima kasih?' 'Iya Pak, saya jurusan Hama IPB, Pak. Saya mahasiswa akhir, saya belum tahu setelah lulus mau ngapain. Karena senior-senior saya banyakan masuk perbankan,'. ya kan? 'Sekarang Pak, saya mau pulang kembali.' 'Kenapa?' 'Ternyata, Pak, memberikan kebahagiaan ketika saya bertemu dengan petani yang kena dampak itu, saya beri formulanya dan berhasil,'" ujar Iftitah menirukan percakapannya.
Transmigrasi Masuk Level Global
Iftitah juga menjelaskan bahwa program transmigrasi kini dilakukan secara global. Ia mengungkapkan keinginan dari Australia untuk mengundangnya berbicara tentang transmigrasi. "Tadi malam saya ketemu dengan duta besar Australia dan mantan gubernur jenderal Australia, mereka menyatakan yang sama dan akan mengundang saya ke Australia. Jadi maksud saya, alih-alih, ya kan, transmigrasi itu lokal, sekarang levelnya sudah masuk ke global," katanya.
Kolaborasi dengan China: Durian sebagai Peluang
Iftitah juga menceritakan percakapannya dengan mahasiswa di China. Saat itu, ia mengajak mahasiswa tersebut menanam durian karena minat durian yang besar di China. "Waktu saya di China, kuliah umum saya ditanya sama mahasiswa S3, 'Pak Menteri, ngapain, apa kepentingan transmigrasi buat kami?' Saya bilang, 'Kamu suka durian?' 'Suka.' 'Tanam lah durian di China.' Ketawa mereka. Konsumsi durian China itu 120 sampai 170 triliun rupiah, tapi mereka nggak punya satu hektar pun kebun durian. Jadi saya bilang, bawa ilmu pengetahuan kamu, bawa duit kamu, tanam di Indonesia, kita nikmati durian bersama," katanya.



