Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI secara resmi menyelenggarakan Sarasehan Nasional dengan tema 'Obligasi Daerah sebagai Salah Satu Alternatif Pembiayaan Daerah dan Instrumen Investasi Publik'. Acara ini berlangsung mulai hari ini di Aston Palembang Hotel & Conference Centre, Palembang.
Pemangku Kepentingan Hadir
Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, regulator, akademisi, hingga sektor keuangan. Para narasumber akan membahas peluang penerbitan obligasi daerah sebagai alternatif pembiayaan pembangunan daerah.
Berdasarkan pantauan, sejumlah tokoh telah hadir, antara lain Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI Melchias Markus Mekeng, Ketua Program Studi Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Sriwijaya Prof. Didik Susetyo, Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Agus Fathoni, Kepala Departemen Penilaian Emiten Perusahaan Publik dan Perizinan Derivatif Keuangan dan Burda Karbon OJK I Made Bagus, serta Direktur Keuangan & Treasury Bank NTT Heru Helbianto. Beberapa kepala daerah di Sumatera Selatan juga turut hadir.
Obligasi Daerah sebagai Solusi Fiskal
Sarasehan nasional ini digelar di tengah masih tingginya ketergantungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) terhadap dana transfer pemerintah pusat, seperti Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Dana Bagi Hasil (DBH). Di sisi lain, pemerintah daerah dituntut semakin mandiri dalam membiayai pembangunan dan meningkatkan pelayanan publik. Oleh karena itu, obligasi daerah dinilai dapat menjadi solusi strategis untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah sekaligus membuka ruang partisipasi masyarakat dalam investasi publik.
Forum Diskusi dan Investasi Publik
Kegiatan ini juga menjadi forum diskusi untuk memperdalam pemahaman mengenai peluang, tantangan, serta langkah implementasi obligasi daerah di Indonesia. Selain sebagai instrumen pembiayaan pembangunan, obligasi daerah berpotensi menjadi instrumen investasi publik yang melibatkan masyarakat dan lembaga keuangan dalam pembangunan daerah.
Hadirnya kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman pemerintah daerah, legislatif, akademisi, dan masyarakat mengenai konsep serta mekanisme obligasi daerah. Kegiatan ini juga menjadi langkah untuk mendorong partisipasi investor dalam investasi publik daerah melalui instrumen pasar modal.
Keynote Speech dan Narasumber
Keynote speech dalam kegiatan ini disampaikan oleh Anggota BPK RI Bobby Adhityo Rizaldi. Sementara sejumlah narasumber yang hadir antara lain Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI Melchias Markus Mekeng, Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Agus Fathoni, Ketua Program Studi Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Sriwijaya Prof. Didik Susetyo, Kepala Departemen Penilaian Emiten, Perusahaan Publik, dan Perizinan Derivatif Keuangan dan Bursa Karbon OJK I Made Bagus Tirthayatra, serta Direktur Keuangan dan Treasury Bank NTT Heru Helbianto.
Acara yang dimoderatori oleh Aline Wiratmaja ini dapat disaksikan melalui live streaming di detik.com hingga pukul 13.00 WIB.



