Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara resmi menetapkan PT Air Minum Jaya (PAM Jaya) sebagai Perseroan Daerah (Perseroda) dan meminta seluruh pihak untuk tidak melakukan intervensi terhadap perusahaan daerah tersebut. Menurut Pramono, profesionalisme menjadi kunci utama agar kinerja PAM Jaya terus meningkat ke depannya.
Perubahan Status PAM Jaya
Pernyataan tersebut disampaikan Pramono dalam acara Jakarta Water Hero 2026 di Balai Kota Jakarta pada Jumat (26/6/2026). Ia menjelaskan bahwa perubahan status menjadi Perseroda memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi PAM Jaya dalam menjalankan bisnisnya. “Sekarang PAM Jaya statusnya juga sudah tidak lagi seperti dulu. Sekarang sudah menjadi PT PAM Jaya. Fleksibilitasnya tinggi,” kata Pramono.
Pemisahan Regulator dan Operator
Pramono menegaskan bahwa meskipun kini berbentuk Perseroda, pemisahan antara regulator dan operator harus tetap jelas. PAM Jaya berperan sebagai operator penyedia layanan air minum, sedangkan pemerintah daerah melalui Dinas Sumber Daya Air menjalankan fungsi regulator. “Saya sampaikan bahwa intinya adalah yang tidak boleh berubah, pemisahan antara regulator dan operator itu harus jelas dan tegas. Operatornya PAM Jaya, regulatornya adalah Pemerintah DKI Jakarta,” ujarnya.
Larangan Intervensi
Pramono juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang mencampuri pengelolaan perusahaan. Ia mengaku sejak awal meminta direksi bekerja secara profesional tanpa intervensi. “Saya menyampaikan tidak boleh siapa pun yang melakukan intervensi untuk PAM Jaya. Karena itu, maka kemudian hasilnya mulai kita rasakan hari ini,” katanya. Menurut Pramono, tantangan justru muncul ketika perusahaan mulai menunjukkan kinerja baik. Ia berkelakar bahwa biasanya banyak pihak yang ingin mengklaim keberhasilan tersebut. “Problemnya adalah biasanya kalau sudah memberikan hasil yang baik semua orang pengin merasa ikut campur, semua orang pengin merasa berjasa terhadap PAM itu. Saya sampaikan kepada Pak Dirut dan juga Pak Komisaris Utama, ini yang harus dijaga,” tegasnya.
Apresiasi Kinerja PAM Jaya
Pramono turut mengapresiasi kinerja PAM Jaya yang berhasil membukukan keuntungan dan memperluas cakupan layanan air bersih hingga 82 persen warga Jakarta. Ia optimistis target layanan air perpipaan mencapai 100 persen pada 2029 dapat terealisasi jika profesionalisme perusahaan terus dipertahankan. “Profesionalisme itu menjadi kata kunci kalau PAM Jaya mau maju,” pungkasnya.



