Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Prof. Dr. Sumaryanto, M.Kes., AIFO, akhirnya buka suara terkait insiden yang melibatkan Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Hukum, Prof. Dr. Siswanto, M.Pd. Peristiwa itu terjadi ketika Prof. Siswanto berdebat dengan mahasiswa mengenai spanduk yang dipasang oleh aliansi mahasiswa UNY sebagai bentuk protes terhadap sejumlah kebijakan kampus.
Kronologi Kejadian
Video yang memperlihatkan sikap Prof. Siswanto viral di media sosial setelah diunggah oleh akun Instagram @gardabiru.uny pada Kamis (25/6/2026). Dalam video tersebut, Prof. Siswanto menyebut spanduk yang dibuat oleh mahasiswa sebagai sampah dan kotor. Pernyataan ini langsung menuai kritik karena dinilai tidak pantas diucapkan oleh seorang guru besar dan pejabat universitas.
Tanggapan Rektor UNY
Menanggapi hal tersebut, Rektor UNY menyayangkan kejadian itu. Menurutnya, komunikasi yang dilakukan oleh Prof. Siswanto tidak mencerminkan sikap seorang pendidik. "Kami sangat menyayangkan kejadian tersebut. Cara komunikasi yang dilakukan tidak sesuai dengan nilai-nilai yang kami junjung tinggi di UNY," ujar Prof. Sumaryanto dalam pernyataan resminya, Jumat (26/6/2026).
Rektor juga menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi internal terhadap seluruh jajaran pimpinan agar kejadian serupa tidak terulang. "Kami akan mengambil langkah-langkah perbaikan, termasuk pembinaan kepada para pejabat di lingkungan UNY," tambahnya.
Reaksi Mahasiswa dan Publik
Insiden ini memicu reaksi keras dari mahasiswa dan publik. Banyak yang menilai bahwa pernyataan Prof. Siswanto merendahkan aspirasi mahasiswa. Aliansi mahasiswa UNY sendiri menyatakan bahwa spanduk tersebut merupakan bentuk kritik konstruktif terhadap kebijakan kampus yang dinilai tidak berpihak pada mahasiswa. Mereka berharap agar pimpinan universitas lebih bijak dalam menanggapi aspirasi mahasiswa.
Hingga berita ini diturunkan, Prof. Siswanto belum memberikan pernyataan resmi terkait video viral tersebut. Namun, ia dikabarkan telah dipanggil oleh Rektor untuk dimintai klarifikasi.



