Waka MPR Dorong Kolaborasi Semua Pihak untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan Nasional
Waka MPR Dorong Kolaborasi Tingkatkan Mutu Pendidikan

Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menekankan bahwa peningkatan mutu pendidikan nasional membutuhkan kolaborasi semua pihak, tidak hanya mengandalkan kebijakan pemerintah. Hal ini disampaikan menyusul peluncuran Gerakan Partisipasi Semesta Pendidikan Bermutu (PSPB) oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Tantangan Pendidikan Nasional

Lestari menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi sektor pendidikan, termasuk 2,92 juta anak Indonesia yang tidak bersekolah dan lebih dari 200 ribu gedung sekolah dalam kondisi rusak. Selain itu, hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 yang diikuti lebih dari 8,7 juta murid SD dan SMP menunjukkan angka literasi rata-rata 60 untuk SD dan 60,83 untuk SMP, serta numerasi rata-rata 43,41 (SD) dan 40,34 (SMP).

Peran Gerakan PSPB

Menurut Lestari, Gerakan PSPB dapat menjadi wadah bagi guru, kepala sekolah, pemerintah daerah, mitra pembangunan, dan organisasi untuk berkolaborasi. Ia berharap gerakan ini dapat mengarahkan kontribusi dunia usaha, filantropi, dan masyarakat secara lebih terarah, khususnya dalam mendukung pengembangan bakat, minat, dan karakter generasi penerus bangsa.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Lestari menambahkan, gerakan tersebut dapat berperan sebagai katalis bagi terwujudnya ekosistem pendidikan yang unggul dalam capaian akademik dan pengembangan karakter. Ia mendorong agar Gerakan PSPB memprioritaskan dukungan program terkait isu-isu krusial seperti pelatihan guru, penyediaan konten dan infrastruktur digital, serta revitalisasi sekolah.

Pentingnya Kolaborasi dan Data

Anggota Komisi X DPR RI ini menegaskan bahwa upaya semua pihak terkait adalah kunci perbaikan nyata pada sistem pendidikan nasional. Data TKA yang rinci harus menjadi dasar kebijakan berbasis bukti. "Kita semua, mulai dari pemerintah pusat, dinas pendidikan, kepala sekolah, guru, hingga orang tua, harus siap mengubah pola pengajaran dan pendampingan untuk membangun kompetensi dan karakter siswa yang lebih baik," tegasnya.

Melalui Gerakan PSPB, Lestari berharap Indonesia dapat melangkah lebih cepat dalam mewujudkan cita-cita pendidikan bermutu dan melahirkan generasi emas yang cerdas, berintegritas, dan berdaya saing.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga