Lebih dari 1.000 Rumah di Tel Aviv Rusak Parah Akibat Serangan Rudal Iran
Lebih dari 1.000 rumah di area Tel Aviv, ibu kota Israel, dinyatakan tidak layak huni akibat kerusakan parah dari serangan rudal dan drone Iran yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Laporan ini disampaikan oleh Wali Kota Tel Aviv, Ron Huldai, melalui televisi lokal Israel, Channel 12, pada Senin (20/4/2026), seperti dikutip dari Anadolu Agency dan Middle East Monitor.
Kerusakan Luas di Permukiman Ibu Kota
Huldai menegaskan bahwa "lebih dari 1.000 apartemen di Tel Aviv tidak lagi layak huni" karena dampak destruktif dari serangan Iran. Rentetan rudal dan serpihan logam dari upaya pencegatan menghantam bangunan-bangunan tidak hanya di Tel Aviv, tetapi juga di wilayah sekitarnya seperti Ramat Gan dan Bnei Brak. Akibatnya, puluhan korban tewas dan luka-luka dilaporkan, meskipun pemerintah Israel belum secara transparan mengungkap data rinci kepada publik.
Biaya Perang yang Mencapai Triliunan Rupiah
Menurut Channel 12, pejabat Israel memperkirakan biaya perang selama 40 hari melawan Iran dan Lebanon, yang menjadi markas kelompok Hizbullah, mencapai sekitar US$ 17,5 miliar atau setara Rp 300,3 triliun. Angka ini belum mencakup biaya rekonstruksi atau kerugian ekonomi akibat penutupan sebagian aktivitas bisnis selama pertempuran. Kementerian Keuangan Israel memperkirakan biaya kompensasi untuk periode 28 Februari hingga 8 April saja akan mencapai 6,5 miliar Shekel, atau sekitar Rp 37,1 triliun.
Klaim Kompensasi dari Warga Israel
Media lokal Israel melaporkan bahwa hampir 30.000 warga Israel telah mengajukan klaim kepada dana kompensasi Otoritas Pajak Israel untuk kerusakan properti langsung. Rincian klaim tersebut meliputi:
- 18.408 klaim terkait kerusakan bangunan
- 2.594 klaim terkait peralatan
- 6.617 klaim terkait kendaraan
Serangan Teheran disebut menyebabkan kerusakan luas tidak hanya pada rumah-rumah, tetapi juga pada kendaraan dan infrastruktur di berbagai wilayah Israel.
Gencatan Senjata dan Perundingan yang Berlanjut
Gencatan senjata selama dua minggu mulai diberlakukan pada 8 April lalu, namun perundingan lanjutan antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad, Pakistan, gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang secara permanen. Upaya terbaru untuk perundingan lanjutan di Islamabad masih berlangsung saat ini, menandakan ketegangan yang belum sepenuhnya mereda.
Perang antara AS-Israel melawan Iran telah berkecamuk sejak 28 Februari, dengan Teheran melancarkan serangan rudal dan drone berulang kali ke kota-kota besar di Israel sebagai respons atas serangan skala besar di wilayah Iran. Situasi ini terus memicu kekhawatiran internasional akan stabilitas kawasan Timur Tengah.



