5 Berita Terpopuler Internasional: Trump, Iran, dan Iron Dome
5 Berita Terpopuler Internasional: Trump, Iran, dan Iron Dome

Trump Pertimbangkan 'Operasi Sledgehammer' Jika Perang Iran Berlanjut

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sedang mempertimbangkan untuk meluncurkan kembali operasi militer terhadap Iran dengan nama yang berbeda, salah satunya adalah 'Operasi Sledgehammer', jika gencatan senjata rapuh yang diberlakukan sejak awal April kolaps. Laporan media AS NBC News, seperti dilansir Anadolu Agency pada Rabu (13/5/2026), menyebutkan bahwa para pejabat AS sedang membahas penggantian nama operasi militer terhadap Iran yang sebelumnya disebut 'Operasi Epic Fury'. Pembahasan ini mencerminkan meningkatnya harapan di dalam pemerintahan Trump bahwa perang dengan Iran dapat berlanjut di tengah upaya diplomatik yang terhenti dan ketegangan yang terus berlanjut di Selat Hormuz.

Israel Kirim Iron Dome ke Uni Emirat Arab Saat Perang Iran

Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, mengungkapkan bahwa Israel mengirimkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke wilayah Uni Emirat Arab (UEA) selama perang melawan Iran berkecamuk. Informasi ini diungkapkan Huckabee saat berbicara dalam sebuah konferensi di Tel Aviv University pada Selasa (12/5) waktu setempat. Huckabee menyatakan bahwa baterai pertahanan udara Iron Dome, beserta para personel yang mengoperasikannya, dikerahkan ke UEA selama pertempuran melawan Iran berlangsung beberapa bulan lalu. Sejauh ini belum ada tanggapan resmi dari otoritas UEA terkait pernyataan tersebut.

Rusia Uji Coba Rudal Jarak Jauh Mampu Bawa Hulu Ledak Nuklir

Rusia menggelar uji coba terbaru melibatkan rudal jarak jauh yang mampu membawa hulu ledak nuklir pada Selasa (12/5). Uji coba ini digelar beberapa bulan setelah perjanjian New START yang membatasi persenjataan nuklir dengan AS berakhir pada Februari lalu. Berakhirnya perjanjian tersebut secara resmi membebaskan kedua negara dengan kekuatan nuklir terbesar di dunia dari sejumlah pembatasan. Uji coba rudal Rusia itu diumumkan langsung oleh Presiden Vladimir Putin.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pentagon Ungkap Biaya Perang Iran Membengkak Jadi Rp 506 Triliun

Pentagon atau Departemen Pertahanan AS mengungkapkan bahwa biaya perang melawan Iran telah meningkat menjadi hampir US$ 29 miliar, atau setara Rp 506,9 triliun, sejauh ini. Konflik antara AS dan Israel melawan Iran dimulai pada akhir Februari lalu. Membengkaknya biaya perang itu diungkapkan saat Presiden Trump menghadapi pengawasan yang semakin ketat di dalam negeri atas konflik tersebut dan dampaknya terhadap kesiapan militer AS. Angka tersebut diungkapkan dalam rapat anggaran di Capitol Hill pada Selasa (12/5) waktu setempat, lebih tinggi sekitar US$ 4 miliar (Rp 69,9 triliun) dari perkiraan Pentagon sebelumnya yang disampaikan dua minggu lalu.

Iran Tetapkan 5 Syarat Jika AS Ingin Lanjut Berunding

Iran menegaskan tidak akan memasuki putaran kedua perundingan damai dengan AS kecuali lima syarat yang ditetapkan Teheran untuk membangun kepercayaan dengan Washington terpenuhi. Penegasan ini disampaikan oleh kantor berita Iran, Fars News Agency, yang mengutip seorang sumber yang mengetahui informasi tersebut pada Selasa (12/5). Sumber tersebut mengatakan bahwa Iran menganggap syarat-syarat itu sebagai 'jaminan minimum' yang diperlukan untuk memulai negosiasi baru dengan AS.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga