Awal Mula Hubungan Harmonis
Hubungan Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni memasuki fase baru setelah Trump melontarkan klaim bahwa Meloni 'mengemis' meminta berfoto dengannya. Padahal, sebelumnya hubungan kedua pemimpin sayap kanan ini berjalan harmonis. Saat Trump dilantik untuk masa jabatan keduanya pada 2025, Meloni menjadi satu-satunya pemimpin Eropa yang diundang hadir.
Kemenangan Trump pada Pemilu 2024 membuka jalan bagi Meloni untuk menjalin hubungan khusus dengan AS. Trump awalnya memuji Meloni sebagai 'pemimpin dan pribadi yang fantastis', 'wanita muda yang cantik', 'politisi yang sangat sukses', dan 'inspirasi bagi semua orang' dalam berbagai kesempatan pada 2024 dan 2025.
Ketegangan Mulai Muncul Akibat Perang Iran
Ketika Trump memberlakukan tarif besar-besaran terhadap Uni Eropa, hubungan keduanya tetap baik. Meloni juga menghindari kritik publik terhadap Trump, bahkan saat pemimpin Eropa lain khawatir atas kegagalannya merangkul Ukraina dalam perang melawan Rusia dan keengganannya menekan Israel mengakhiri konflik Gaza.
Namun, perang AS-Israel di Iran menjadi titik balik. Konflik ini merusak ekonomi Eropa dan membangkitkan sentimen anti-perang di Italia. Situasi memburuk tajam pada April ketika Trump menyerang Paus Leo atas kritiknya terhadap konflik Iran. Meloni membela Paus Leo, yang mendorong Trump menuduhnya kurang berani.
Meloni juga membantah penggunaan pangkalan udara di Sisilia untuk pesawat militer AS yang membawa senjata ke Iran, dengan alasan Amerika tidak mengikuti prosedur yang diperlukan.
Dampak Politik di Italia
Pengamat politik dari Policy Sonar, Francesco Galietti, menilai Meloni mungkin mendapat keuntungan domestik karena menentang Trump yang tidak populer di jajak pendapat Italia. Namun, ia berisiko kehilangan salah satu pilar narasi politiknya menjelang pemilu tahun depan.
"Ini seperti tamparan keras di wajah. Hal itu benar-benar membahayakan strateginya, karena ketika kita mengadakan pemilihan, rakyat Italia pada akhirnya akan memilihnya karena dia adalah orang yang paling dapat diandalkan," kata Galietti.
Puncak Ketegangan: Klaim Foto
Hubungan semakin memanas setelah Trump mengatakan kepada sebuah saluran TV Italia bahwa Meloni telah 'memohon' kepadanya untuk berfoto. Meloni membalas dengan menuduh Trump mengarang cerita dan menunjukkan rasa hormat lebih besar kepada musuh Barat daripada teman lama.
"Ada satu hal yang harus dia ingat: baik saya maupun Italia tidak pernah memohon," kata Meloni.
Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani membatalkan kunjungannya ke AS yang dijadwalkan pada 21 Juni 2026 untuk menghadiri forum bisnis Italia-AS di Miami dan bertemu Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio. Tajani menyebut ucapan Trump sebagai hal 'serius dan menyinggung' terhadap Meloni dan seluruh Italia.
Dukungan untuk Meloni
Dukungan mengalir untuk Meloni dari berbagai pihak. Presiden Italia Sergio Mattarella menyatakan solidaritas. Menteri Transportasi Matteo Salvini menulis, "Siapa pun yang menyerang @GiorgiaMeloni menyerang kita semua."
Menteri Pertahanan Guido Crosetto mengatakan tidak percaya Meloni akan meminta foto kepada seseorang 'bahkan di bawah ancaman'. Menteri Kehakiman Carlo Nordio membela Meloni dengan merujuk pada pengorbanan pasukan AS dalam Perang Dunia II untuk menggarisbawahi kerusakan hubungan AS-Italia akibat Trump.
"Ribuan salib yang menandai makam tentara Amerika yang gugur untuk membebaskan kita dari kediktatoran Nazi-Fasis tidak pantas menerima pukulan menyakitkan seperti itu terhadap ikatan persaudaraan kita," tulis Nordio di X.



