Imigrasi Sumbang Realisasi Investasi Rp 52 Triliun dari Golden Visa
Imigrasi Sumbang Investasi Rp 52 Triliun dari Golden Visa

Direktorat Jenderal Imigrasi melaporkan bahwa program Golden Visa yang digagas telah memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Nilai realisasi investasi dari pemegang Golden Visa mencapai lebih dari Rp 52,1 triliun.

Dampak Nyata bagi Perekonomian

Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko dalam sambutannya pada acara Sosialisasi Golden Visa di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (21/5/2026), menyatakan, "Kebijakan ini telah memberikan dampak nyata terhadap perekonomian nasional dengan nilai realisasi investasi pemegang Golden Visa yang telah mencapai lebih dari Rp 52,1 triliun."

PNBP dari Golden Visa

Hendarsam juga mengungkapkan bahwa Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari penerbitan Golden Visa mencapai lebih dari Rp 16,3 miliar. "Di sisi lain, PNBP penerbitan Golden Visa juga telah mencapai lebih dari Rp 16,3 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan Golden Visa tidak hanya mendukung kemudahan investasi, tetapi juga memberikan kontribusi langsung terhadap penerimaan negara," katanya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Jumlah Penerbitan dan Negara Asal

Lebih lanjut, Hendarsam mengungkapkan bahwa sudah ada 1.274 Golden Visa yang diterbitkan. Penerima Golden Visa tertinggi berasal dari Amerika Serikat (AS). "Berdasarkan data Direktorat Jenderal Imigrasi per 18 Mei 2026, jumlah penerbitan Golden Visa kita telah mencapai 1.274 penerbitan. Dengan penerima yang berasal dari negara seperti Amerika Serikat yang tertinggi, kemudian dilanjutkan dengan Tiongkok, Taiwan, Australia, Rusia, Belanda, Inggris, Jepang, dan yang terakhir Korea Selatan," jelasnya.

Tujuan Program Golden Visa

Hendarsam menegaskan bahwa program Golden Visa merupakan upaya pemerintah untuk mendorong investasi yang berkualitas. Program ini diharapkan dapat menguatkan daya saing Indonesia di tingkat global. "Direktorat Jenderal Imigrasi menghadirkan fasilitas keimigrasian yang kompetitif bagi investor, pelaku-pelaku usaha global, tokoh dunia, diaspora, dan talenta internasional melalui kebijakan Golden Visa. Kebijakan ini merupakan bentuk keberpihakan pemerintah dalam mendorong peningkatan investasi berkualitas, transfer pengetahuan, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan daya saing Indonesia di tingkat global," pungkasnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga