Menlu RI Ungkap Rencana Pengiriman 8.000 Pasukan TNI ke Gaza Secara Bertahap
Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia, Sugiono, mengungkapkan bahwa pengiriman 8.000 pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke Palestina akan dilakukan secara bertahap. Pasukan perdamaian ini rencananya akan ditempatkan awal di kota Rafah, Gaza.
Rincian Penempatan dan Tahapan Operasi
Sugiono menyampaikan keterangan pers di Washington DC, Amerika Serikat, pada Jumat (20/2/2026) waktu setempat. Ia menjelaskan bahwa proses pengiriman pasukan bersifat progresif dan akan dibagi menjadi beberapa sektor operasi.
"Saya kira bertahap, karena tadi saya sampaikan tahapan yang ada di sana juga dibagi menjadi beberapa sektor. Detailnya belum, tapi kurang lebih nanti ada lima sektor, diperkirakan total pasukan yang akan ada di sana adalah 20.000 ya atau mungkin lebih di seluruh sektor ini," ujar Sugiono.
Ia menegaskan bahwa Indonesia berkomitmen penuh untuk mengirim pasukan perdamaian ke Gaza dengan tujuan utama melindungi masyarakat sipil. Timeline pengiriman pasukan saat ini sedang dalam persiapan.
Konfirmasi Penempatan Awal di Rafah dan Kepemimpinan Pasukan
Ketika ditanya mengenai lokasi penempatan awal pasukan perdamaian dari Board of Peace, Sugiono membenarkan bahwa itu akan di Rafah. Namun, ia mengaku belum mengetahui detail operasionalnya secara lengkap.
"Mulainya dari situ (Rafah) katanya kemarin, tapi nanti detailnya kan ada, ada operasinya seperti apa, teaternya seperti apa," kata Sugiono.
Mengenai sosok Deputy Commander yang akan memimpin pasukan Indonesia, Sugiono menyatakan bahwa pemilihan diserahkan sepenuhnya kepada TNI. "Belum kelihatan (sosok Deputy Commander), ya itu nanti dari TNI lah yang pilih," ucapnya.
Dukungan dan Persetujuan dari Pihak Palestina
Sugiono juga mengonfirmasi bahwa pihak Palestina telah mengetahui dan menyetujui rencana pengiriman pasukan TNI ini. Perwakilan Palestina, Prof. Dr. Ali Saad, yang hadir sebagai Chairman of NCAG (National Committee on Administration of Gaza), terlibat dalam pembahasan.
"Jadi Palestina juga sudah ada di sana, sudah tahu, sudah paham, kemudian kita juga sudah menyampaikan National Caveat kita, jadi semuanya sudah terlibat," jelas Sugiono.
Ali Saad menyampaikan bahwa kebutuhan utama di Gaza adalah situasi yang aman dan stabil. Sugiono menambahkan bahwa rencana komprehensif ini dimulai dengan gencatan senjata sebelum tahap-tahap berikutnya dapat dilaksanakan.
"Jadi semua rencana komprehensif ini kunci pertamanya adalah ceasefire lah, gencatan senjata, kemudian ciptakan suasana yang aman dan stabil baru tahap-tahap berikutnya itu bisa dilakukan. Dan itu juga kemarin sudah disampaikan," imbuhnya.
Dengan demikian, Indonesia menunjukkan komitmen kuat dalam upaya perdamaian di Gaza melalui pengiriman pasukan TNI secara bertahap, didukung oleh persetujuan resmi dari Palestina.



