Netanyahu Sumpah Lanjutkan Perang ke Iran, Janjikan 'Rencana Penuh Kejutan'
Netanyahu Sumpah Lanjutkan Perang, Janjikan Kejutan ke Iran

Netanyahu Tegaskan Komitmen Perang Penuh Melawan Iran

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dengan tegas menyatakan komitmennya untuk melanjutkan perang melawan Iran. Dalam pernyataan resmi yang dilansir kantor berita Anadolu Agency pada Senin (9/3/2026), Netanyahu menegaskan bahwa Israel sedang melancarkan serangan dengan kekuatan penuh terhadap negara tersebut.

"Kita terus maju dengan kekuatan penuh! Perang dimenangkan dengan inisiatif dan strategi, tetapi fondasi pertama kesuksesan adalah tekad," ujar Netanyahu. Pernyataan ini disampaikan di tengah eskalasi konflik yang telah berlangsung sejak akhir Februari lalu.

Rencana Penuh Kejutan untuk Goyahkan Rezim Iran

Netanyahu mengungkapkan bahwa Israel telah mempersiapkan sebuah rencana yang terorganisir dan penuh dengan kejutan. Tujuan utamanya adalah untuk menggoyahkan rezim yang berkuasa di Teheran dan memungkinkan terjadinya perubahan politik di negara tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Mengenai apa yang akan kita lakukan selanjutnya di Iran: Kita memiliki rencana terorganisir dengan banyak kejutan untuk menggoyahkan rezim dan memungkinkan terjadinya perubahan," kata Netanyahu. Dia menambahkan bahwa ada banyak target lain yang tidak akan dijelaskan secara rinci dalam pernyataannya.

Peringatan Keras untuk Garda Revolusi Iran

Dalam pernyataannya, Netanyahu juga mengeluarkan peringatan keras kepada anggota Garda Revolusi Iran (IRGC). Dia menegaskan bahwa mereka juga menjadi target dalam konflik ini dan memberikan ultimatum untuk meletakkan senjata.

"Kepada para anggota Garda Revolusi...saya hanya mengatakan ini: Kalian juga menjadi target. Siapa pun yang meletakkan senjatanya, tidak akan ada bahaya yang menimpanya. Siapa pun yang tidak melakukannya, akan membayar harganya," cetus Netanyahu. Peringatan ini disampaikan dalam konteks serangan skala besar yang telah dilancarkan Israel bersama sekutunya, Amerika Serikat, sejak 28 Februari lalu.

Seruan kepada Rakyat Iran untuk Pembebasan

Netanyahu tidak hanya berbicara kepada pemerintah Iran, tetapi juga melontarkan seruan langsung kepada rakyat Iran. Dia mendorong mereka untuk bertindak membebaskan diri dari apa yang disebutnya sebagai "belenggu tirani".

"Kepada rakyat Iran, saya mengatakan: Saya telah berbicara kepada Anda dan untuk Anda selama beberapa dekade. Momen kebenaran semakin dekat. Karena kita tidak berusaha memecah-belah Iran. Kita berusaha membebaskan Iran dan hidup damai dengannya," sebut Netanyahu.

Dia menambahkan bahwa pembebasan ini pada akhirnya bergantung pada keberanian rakyat Iran. "Tetapi pada akhirnya, pembebasan dari belenggu tirani, pembebasan ini akan bergantung pada Anda, rakyat Iran yang berani dan telah lama menderita. Saya percaya bahwa jika Anda berdiri tegak pada momen kebenaran, hari itu tidak akan lama lagi ketika Israel dan Iran kembali menjadi teman yang berani," ucap Netanyahu.

Konteks Konflik dan Perkembangan Terkini

Serangan Israel dan AS terhadap Iran telah menewaskan banyak tokoh dan pejabat tinggi Iran, termasuk pemimpin tertinggi sebelumnya, Ayatollah Ali Khamenei. Teheran baru saja mengumumkan terpilihnya putra kedua Khamenei, Mojtaba Khamenei, sebagai pemimpin tertinggi yang baru. Namun, Netanyahu sejauh ini belum menanggapi pengumuman tersebut.

Konflik ini terus memanas dengan ancaman dan pernyataan keras dari kedua belah pihak. Netanyahu menegaskan bahwa Israel tidak akan mundur dan akan terus menggunakan segala strategi yang dimiliki untuk mencapai tujuannya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga