Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance telah berangkat ke Swiss untuk melakukan pembicaraan langsung dengan Iran mengenai implementasi kesepakatan yang bertujuan mengakhiri perang di Timur Tengah. Dalam pernyataannya sebelum keberangkatan dari Pangkalan Gabungan Andrews, Maryland, Vance mengungkapkan bahwa para negosiator akan membahas dua isu utama: program nuklir Iran dan gencatan senjata di Lebanon.
Fokus Pembicaraan: Nuklir dan Gencatan Senjata Lebanon
“Saya pikir kita mudah-mudahan akan membuat kemajuan dalam masalah nuklir, membuat kemajuan dalam masalah gencatan senjata Lebanon. Itu adalah dua hal besar yang menurut saya harus kita fokuskan,” kata Vance kepada wartawan, seperti dilansir AFP pada Minggu (21/6/2026). Ia menambahkan bahwa dirinya hanya dapat bergabung dalam pembicaraan selama satu atau dua hari.
Negosiasi ini awalnya dijadwalkan pada hari Jumat di Swiss, tetapi ditunda pada menit terakhir setelah Israel melancarkan serangkaian serangan mematikan di Lebanon. Serangan itu dipicu oleh tewasnya empat tentara Israel dalam pertempuran. Setelah bentrokan lebih lanjut, baik Israel maupun Hizbullah saling menuduh melanggar gencatan senjata baru yang merupakan bagian dari kesepakatan awal yang ditandatangani oleh AS dan Iran pekan ini.
Vance: Situasi di Lebanon “Semakin Membaik”
Menanggapi situasi di Lebanon, Vance menyatakan bahwa kondisi “sebenarnya semakin membaik.” Namun, ia mengakui tantangan yang ada. “Ini akan menjadi sesuatu yang harus terus kita kelola untuk memastikan bahwa Israel dan Lebanon sama-sama aman dan terlindungi,” ujarnya. Ia juga menggambarkan dinamika yang rumit: “Masalah besarnya adalah ketika seseorang menembak, lalu seseorang membalas, dan Anda seperti menghadapi masalah ayam dan telur di mana Anda harus menghentikan penembakan cukup lama agar gencatan senjata tetap berlaku.”
Sebelumnya, negosiator AS Jared Kushner dan Steve Witkoff sudah berada di Swiss untuk menangani elemen teknis pembicaraan. Sementara itu, delegasi Iran telah mendarat di Swiss pada Sabtu malam menjelang pembicaraan di resor Burgenstock. Pembicaraan ini difokuskan pada kesepakatan awal AS-Iran untuk menghentikan perang di Timur Tengah.
Delegasi Iran Tiba di Swiss
Kementerian Luar Negeri Swiss menyambut kedatangan delegasi Iran melalui unggahan di platform X, menyatakan bahwa pembicaraan tersebut merupakan bagian dari implementasi nota kesepahaman yang ditandatangani dengan Amerika Serikat. Kantor berita resmi Iran, IRNA, juga mengonfirmasi bahwa delegasi Teheran telah tiba di Swiss untuk mengikuti pembicaraan.
Langkah ini terjadi di tengah ketegangan regional yang masih tinggi, termasuk ancaman Iran untuk menutup kembali Selat Hormuz, yang telah memicu kewaspadaan militer AS. Namun, dengan dimulainya negosiasi di Swiss, harapan baru muncul untuk meredakan konflik dan mencapai stabilitas di kawasan Timur Tengah.



