Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko melantik dua pejabat baru pada Senin (22/6), yakni Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Barat, Syahrioma Delavino, dan Kepala Kantor Imigrasi (Kakanim) Jakarta Barat, Rakha Sukma Purnama. Pelantikan ini merupakan langkah penguatan tata kelola layanan keimigrasian setelah dua pejabat sebelumnya terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Pelantikan sebagai Momentum Pembenahan
Hendarsam menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan bagian dari upaya pembenahan organisasi. "Kami memastikan bahwa proses hukum yang berjalan menjadi momentum untuk memperkuat integritas dan tata kelola organisasi," ujarnya di Kantor Ditjen Imigrasi, Jakarta. Ia menyatakan komitmen untuk menjadikan setiap dinamika sebagai pijakan perbaikan yang berdampak langsung pada kualitas pelayanan publik.
Selain penguatan kepemimpinan, Ditjen Imigrasi telah menjalankan sejumlah langkah cepat sebagai respons atas evaluasi yang dilakukan. Salah satu langkah utama adalah penyederhanaan proses bisnis layanan keimigrasian, khususnya dalam permohonan izin tinggal, guna meningkatkan efisiensi dan kemudahan bagi masyarakat serta pengguna layanan.
Upaya Penguatan Integritas dan Pengawasan
Berbagai upaya lain juga terus dilakukan, seperti penguatan pengawasan internal, percepatan tindak lanjut pengaduan masyarakat, peningkatan kontrol terhadap pelaksanaan tugas di lapangan, serta penguatan integritas aparatur. "Kami ingin memastikan bahwa masyarakat benar-benar merasakan perubahan. Pembenahan tidak boleh berhenti pada proses internal atau seremoni, tetapi harus tercermin dalam layanan yang semakin cepat, transparan, dan akuntabel," lanjut Hendarsam.
Pelantikan ini juga mencakup sejumlah pejabat lain di berbagai wilayah, antara lain Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi di Banten, Kalimantan Timur, DI Yogyakarta, Sumatera Barat, Bangka Belitung, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Bengkulu, dan Maluku, serta Kepala Rumah Detensi Imigrasi Pusat Tanjung Pinang.
Transformasi Kepemimpinan untuk Budaya Kerja Berintegritas
Hendarsam menekankan bahwa transformasi kepemimpinan adalah upaya kolektif dalam membangun budaya kerja yang berintegritas dan profesional di seluruh jajaran. "Kepercayaan publik adalah hal utama yang harus kita jaga. Oleh karena itu, setiap pejabat yang dilantik hari ini memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan pelayanan keimigrasian berjalan dengan baik, bersih, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat," ujarnya.



