4.304 Tewas di Lebanon Akibat Serangan Israel sejak Maret 2026
4.304 Tewas di Lebanon Imbas Serangan Israel sejak Maret

Kementerian Kesehatan Lebanon mengumumkan bahwa total korban tewas akibat serangan Israel sejak 2 Maret 2026 telah mencapai 4.304 orang, sementara korban luka-luka tercatat sebanyak 12.203 jiwa. Data ini dirilis pada Senin (6/7/2026) dan menunjukkan eskalasi dramatis dalam konflik yang telah berlangsung berbulan-bulan.

"Serangan Israel di Lebanon sejak 2 Maret telah menewaskan sedikitnya 4.304 orang dan melukai 12.203 orang," demikian pernyataan resmi Kementerian Kesehatan Lebanon yang dikutip dari Aljazeera. Angka ini terus bertambah seiring dengan operasi militer Israel yang masih berlangsung di berbagai wilayah Lebanon.

Netanyahu Tegaskan Tidak Akan Tinggalkan Lebanon Selatan

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa pasukan negaranya akan tetap berada di Lebanon selatan sampai ancaman dari Hizbullah benar-benar hilang. Pernyataan ini disampaikan setelah Lebanon dan Israel menandatangani pakta kerangka kerja dengan mediasi Amerika Serikat pekan lalu, yang bertujuan membuka jalan menuju perdamaian.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Posisi kami jelas, kami tidak akan meninggalkan Lebanon selatan sampai ancaman tersebut hilang. Dan selama Hizbullah, yang bersenjata, masih ada di sini dan mengancam kami, kami akan tetap berada di sini," kata Netanyahu dalam pernyataan yang dikutip dari AFP pada Rabu (1/7/2026).

Pakta Damai Bersyarat: Penarikan Israel Tergantung Pelucutan Senjata Hizbullah

Kesepakatan kerangka kerja yang dimediasi AS menetapkan bahwa penarikan pasukan Israel dari wilayah Lebanon yang diduduki akan bergantung pada pelucutan senjata Hizbullah oleh Beirut. Rencananya, akan dibentuk "zona percontohan" yang akan diambil alih oleh militer Lebanon sebagai bagian dari implementasi kesepakatan.

Netanyahu juga secara langsung meminta Iran dan Hizbullah untuk meninggalkan Lebanon selatan. "Kami katakan kepada Iran dan Hizbullah: tinggalkan tempat ini, kalian tidak lagi memiliki tempat di sini. Ada dua negara berdaulat yang ingin hidup dalam damai," tegasnya.

Konflik ini telah menimbulkan krisis kemanusiaan yang parah di Lebanon, dengan ribuan korban jiwa dan puluhan ribu warga yang mengungsi. Masyarakat internasional terus mendesak kedua belah pihak untuk menahan diri dan mengutamakan jalur diplomasi demi mengakhiri pertumpahan darah.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga