Militer Israel belum menghentikan serangan ke wilayah Lebanon sejak 2 Maret 2026. Selama 68 hari terakhir, Kementerian Kesehatan Masyarakat Lebanon melaporkan sebanyak 2.727 orang tewas di negara tersebut.
Data tersebut merupakan jumlah akumulasi hingga Kamis, 7 Mei 2026, waktu setempat. Lebanon juga mencatat 8.438 orang lainnya mengalami luka-luka akibat gempuran Israel.
Serangan Terbaru Israel
Serangan terbaru Israel di Lebanon terjadi pada Rabu malam, 6 Mei 2026. Israel mengklaim serangan itu menghantam 20 situs infrastruktur milik kelompok Hizbullah.
Baik Israel maupun Hizbullah saling menuduh melanggar perjanjian gencatan senjata yang ditengahi bulan lalu antara Israel dan Lebanon. Kedua negara sempat sepakat melakukan gencatan senjata pada 17 April. Sejak saat itu, militer Israel berulang kali membombardir beberapa wilayah Lebanon.
Evakuasi dan Kutukan PBB
Pada Kamis, 7 Mei, Pasukan Pertahanan Israel memperbarui seruan evakuasi untuk tiga desa di utara Sungai Litani, Lebanon. Wilayah itu berada di luar zona pendudukan di selatan tempat militer Israel menargetkan serangan.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengutuk serangan Israel terhadap pusat-pusat medis dan paramedis. PBB memperingatkan bahwa serangan tersebut merusak akses masyarakat terhadap perawatan kesehatan dan membahayakan pasien serta petugas garda depan.
Laporan WHO
Laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu, 6 Mei 2026, menyebutkan fasilitas perawatan kesehatan di Lebanon telah menerima 151 kali serangan dari tentara Israel.
Upaya Diplomatik
Amerika Serikat akan menjadi tuan rumah putaran ketiga pembicaraan antara duta besar Israel dan Lebanon pada pekan depan. Sejauh ini, Presiden Lebanon Joseph Aoun menolak untuk terlibat dalam diskusi gencatan senjata tatap muka dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.



