Pemerintah Amerika Serikat dilaporkan sedang mempertimbangkan berbagai opsi militer terhadap Iran, jika gencatan senjata saat ini gagal. Rencana awal berfokus pada penargetan individu-individu senior yang dianggap menghalangi negosiasi.
Opsi Serangan terhadap Pemimpin Militer Iran
Menurut laporan CNN yang mengutip sumber-sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan melibatkan serangan terhadap para pemimpin militer Iran tertentu. Di antara mereka adalah Ahmad Vahidi, yang menjabat sebagai panglima tertinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Persiapan Operasi Maritim
Selain target individu, para perencana militer AS juga sedang mempersiapkan skenario operasional yang lebih luas yang berfokus pada kemampuan maritim Iran. Rencana ini mencakup penargetan dinamis aset-aset di sekitar Selat Hormuz, Teluk Arab bagian selatan, dan Teluk Oman, termasuk kapal serang cepat kecil, kapal penebar ranjau, dan alat-alat asimetris lainnya yang digunakan Teheran untuk mengganggu jalur pelayaran.
AS Tidak Keberatan Iran Ikut Piala Dunia
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan bahwa Washington tidak keberatan dengan partisipasi pemain Iran di Piala Dunia FIFA 2026. Namun, ia menambahkan bahwa para pemain Iran tidak akan diizinkan membawa serta orang-orang yang memiliki hubungan dengan IRGC. Piala Dunia FIFA 2026 dijadwalkan dimulai pada 11 Juni mendatang di AS, Meksiko, dan Kanada.
Pesan Mojtaba Khamenei tentang Perang Psikologis
Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyampaikan pesan terbaru terkait perang psikologis yang dikobarkan musuh-musuh Teheran. Ia membahas operasi media musuh yang menargetkan persatuan nasional Iran dan mendesak kewaspadaan terhadap upaya-upaya tersebut.
Rusia Peringatkan Negara Eropa soal Pesawat Pengebom Prancis
Pemerintah Rusia mengingatkan bahwa negara-negara Eropa yang menerima penempatan pesawat pengebom strategis Prancis akan menjadi target serangan Rusia jika terjadi konflik. Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Alexander Grushko menyebut hal itu sebagai bagian dari peningkatan potensi nuklir NATO yang tidak terkendali.
Eks Putra Mahkota Iran Disiram Cairan Merah di Jerman
Mantan putra mahkota Iran, Reza Pahlavi, disiram cairan merah saat berkunjung ke Jerman. Serangan itu terjadi ketika Pahlavi menyapa para pendukungnya di Berlin, yang juga diwarnai unjuk rasa oleh para penentangnya.



