Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pesisir atau rob yang diperkirakan terjadi pada 8 hingga 22 Juli 2026. Fenomena ini dipicu oleh adanya Bulan Perigee dan Bulan baru yang jatuh pada 14 Juli 2026, yang berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum di sejumlah wilayah pesisir Indonesia.
Wilayah Terdampak Banjir Rob Berdasarkan Tanggal
Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, BMKG merinci wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami banjir rob sesuai rentang waktu tertentu. Berikut daftar lengkapnya:
9-17 Juli 2026
- Pesisir Aceh
- Pesisir Lhokseumawe
12-18 Juli 2026
- Pesisir Sumatera Utara (Medan Belawan, Medan Labuhan, Medan Marelan)
13-20 Juli 2026
- Pesisir Kepulauan Riau (Batam)
12-19 Juli 2026
- Pesisir Kepulauan Riau (Karimun)
14-17 Juli 2026
- Pesisir Sumatera Barat (Kota Padang, Kab. Padang Pariaman, Kab. Pesisir Selatan, Kab. Agam, Kab. Pasaman Barat, Kep. Mentawai: Pulau Pagai, Siberut, Sipora)
9-19 Juli 2026
- Pesisir Jambi (Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur)
12-17 Juli 2026
- Pesisir Kep. Bangka Belitung (Bangka dan Belitung)
11-15 Juli 2026
- Pesisir Banten (Perairan Utara Serang: Kec. Kasemen, Pontang, Tirtayasa)
16 Juli 2026
- Pesisir Banten (Selat Sunda Barat Pandeglang: Kec. Labuan)
12-17 Juli 2026
- Pesisir Banten (Pesisir Selatan Pandeglang: Kec. Cikeusik; Perairan Selatan Lebak: Kec. Bayah)
9-16 Juli 2026
- Pesisir Jakarta (Kamal Muara, Kapuk Muara, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Tanjung Priok, Muara Angke, Penjaringan, Kalibaru)
9-16 Juli 2026
- Pesisir Jawa Barat (Kab. Bekasi, Kab. Karawang)
14-18 Juli 2026
- Pesisir Jawa Barat (Kab. Sukabumi, Kab. Garut, Kab. Cianjur, Kab. Tasikmalaya, Kab. Pangandaran)
11-21 Juli 2026
- Pesisir Jawa Tengah (Kota Semarang, Kab. Demak, Kab. dan Kota Pekalongan, Kab. Batang, Kab. Kendal, Kab. Jepara)
13-18 Juli 2026
- Pesisir Jawa Tengah (Kab. Brebes, Kota Tegal, Kab. Tegal, Kab. Pemalang)
13-16 Juli 2026
- Pesisir Jawa Timur (Pesisir Timur Surabaya: Sidoarjo, Pasuruan, Probolinggo)
11-17 Juli 2026
- Pesisir Jawa Timur (Pesisir Pelabuhan Surabaya)
12-19 Juli 2026
- Pesisir Bali (Pesisir Selatan Bali: Gianyar, Badung, Denpasar, Tabanan, Klungkung, Jembrana)
10-18 Juli 2026
- Pesisir Nusa Tenggara Barat (Lembar dan Bima)
15-19 Juli 2026
- Pesisir Kalimantan Utara (Perairan Tarakan)
13-18 Juli 2026
- Pesisir Kalimantan Barat (Sebagian kecil bantaran Sungai Kapuas)
14-20 Juli 2026
- Pesisir Kalimantan Tengah (Kumai, Pantai Lunci, Kuala Jelai, Kuala Pembuang, Sampit, Kapuas Pesisir)
13-18 Juli 2026
- Pesisir Sulawesi Utara (Kepulauan Sangihe)
14-18 Juli 2026
- Pesisir Sulawesi Utara (Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow, Minahasa Selatan, Manado Tua, Manado)
14-17 Juli 2026
- Pesisir Sulawesi Utara (Kepulauan Sitaro, Bitung dan Kema, Minahasa Utara, Kepulauan Talaud)
14-16 Juli 2026
- Pesisir Sulawesi Utara (Minahasa Tenggara)
8-20 Juli 2026
- Pesisir Maluku (Ambon, Maluku Tengah)
8-22 Juli 2026
- Pesisir Maluku (Seram Bagian Timur)
12-17 Juli 2026
- Pesisir Maluku (Kep. Kai)
8-21 Juli 2026
- Pesisir Maluku (Kep. Aru)
13-18 Juli 2026
- Pesisir Maluku (Kep. Tanimbar)
Dampak Banjir Rob dan Imbauan BMKG
Banjir pesisir ini diperkirakan akan berdampak pada berbagai aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan wilayah pesisir. Beberapa dampak yang perlu diwaspadai antara lain aktivitas bongkar muat di pelabuhan yang terganggu, aktivitas di pemukiman pesisir yang terendam, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat yang berpotensi mengalami kerugian.
BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan siaga dalam mengantisipasi pasang maksimum air laut. Informasi cuaca maritim terkini dari BMKG perlu dipantau secara berkala guna mengurangi risiko dampak banjir rob. Masyarakat di wilayah pesisir yang tercantum dalam daftar di atas disarankan untuk mempersiapkan langkah-langkah mitigasi, seperti memindahkan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi dan menghindari aktivitas di sekitar pantai saat pasang maksimum.



