Jerman Tegaskan Iran Biayai Pembersihan Ranjau Selat Hormuz
Jerman: Iran Harus Biayai Pembersihan Ranjau Selat Hormuz

Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, dengan tegas menyatakan bahwa Iran harus menanggung seluruh biaya operasional pembersihan ranjau di Selat Hormuz. Jalur perairan strategis ini merupakan kunci pasokan minyak dan gas global yang kini terdampak perang antara Teheran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Pernyataan tersebut disampaikan Wadephul dalam wawancara dengan surat kabar Handelsblatt, sebagaimana dilansir Anadolu Agency pada Selasa (7/7/2026).

Iran Dituduh Menempatkan Ranjau Secara Ilegal

Wadephul menolak gagasan memberikan insentif finansial kepada Iran demi mendapatkan persetujuan misi pembersihan ranjau. "Kami sama sekali tidak perlu menawarkan apa pun kepada Teheran; justru sebaliknya: Iran telah menempatkan ranjau secara ilegal di jalur pelayaran internasional," tegas Wadephul. Ia menambahkan bahwa jika Jerman bersama mitra Eropa membersihkan ranjau tersebut, mereka tidak akan memungut biaya pada tahap ini. Namun, secara prinsip, Iran-lah yang seharusnya membayar karena tindakan pembersihan merupakan perbaikan atas kerusakan yang disebabkan oleh rezim Iran.

Kesiapan Jerman dan Syarat Pengiriman Pasukan

Jerman menyatakan tetap terbuka berkontribusi dalam misi internasional untuk memulihkan keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Namun, pengerahan pasukan Jerman harus didasarkan pada kerangka hukum dan politik yang jelas. "Itu akan terlihat jelas pada musim panas ini, apakah ada peran yang layak dan masuk akal bagi Bundeswehr dalam operasi pembersihan ranjau. Syarat utamanya adalah situasi keamanan yang memadai," ujar Wadephul. Ia juga menekankan bahwa operasi semacam itu memerlukan persetujuan negara-negara pesisir, khususnya Oman dan Iran, serta sangat bergantung pada perkembangan negosiasi antara AS dan Iran.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Langkah Persiapan Jerman

Bulan lalu, Jerman telah mengirimkan kapal penyapu ranjau Fulda dan kapal logistik Mosel dari Mediterania bagian timur menuju kawasan tersebut. Kedua kapal melintasi Terusan Suez pada pertengahan Juni dan saat ini berlabuh di Djibouti untuk pengisian ulang logistik. Namun, Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius mengindikasikan bahwa ia sedang mempertimbangkan untuk menarik kembali dua kapal Angkatan Laut Jerman tersebut.

Sikap Iran yang Menolak Keterlibatan Asing

Iran berulang kali menolak keterlibatan pihak asing dalam pengamanan Selat Hormuz. Teheran menegaskan bahwa tanggung jawab atas jalur perairan vital itu sepenuhnya berada di tangan negara-negara pesisir. Iran juga memperingatkan kekuatan luar kawasan agar tidak mengerahkan kekuatan militer di jalur perairan tersebut. Penolakan ini menjadi tantangan bagi upaya internasional untuk membersihkan ranjau dan memulihkan keamanan pelayaran di Selat Hormuz.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga