Korban Tewas Serangan Rudal Rusia ke Ukraina Bertambah Jadi 27 Orang
Korban Tewas Serangan Rudal Rusia ke Ukraina Jadi 27

Korban tewas akibat serangan rudal dan drone dari Rusia ke Ukraina bertambah menjadi 27 orang. Ukraina memastikan pihaknya akan membalas serangan Rusia tersebut yang menghancurkan sejumlah gedung apartemen di ibu kota Kyiv.

Serangan Terbesar Sepanjang Perang

Ledakan mulai bergema pada Rabu malam yang berlangsung hingga Kamis dini hari ketika rudal dan drone Rusia menghujani daerah pemukiman di pusat kota Kyiv. Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, menggambarkannya sebagai "serangan paling besar musuh terhadap ibu kota".

Kepala administrasi militer kota, Tymur Tkachenko, mengonfirmasi bahwa 27 orang tewas dan 91 lainnya terluka dalam rentetan serangan tersebut. Angka ini meningkat dari laporan awal yang mencatat 13 korban jiwa.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Presiden Zelensky Janjikan Balasan

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengatakan pasukannya "pasti" akan membalas serangan semalam. Pernyataan itu disampaikan Zelensky saat ia memeriksa sebuah blok apartemen yang sebagian hancur akibat serangan.

"Kami pasti akan membalas. Musuh tidak akan lolos dari tanggung jawab," tegas Zelensky dalam kunjungannya ke lokasi terdampak.

Desakan Sanksi Baru dan Bantuan Pertahanan

Diplomat tertinggi Uni Eropa mengusulkan sanksi baru terhadap Moskow sebagai respons atas eskalasi serangan. Sementara itu, Zelensky mendesak Amerika Serikat untuk memberikan lisensi produksi rudal pertahanan udara Patriot guna memperkuat pertahanan Ukraina.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengutuk keras serangan Rusia dan mengulangi seruan gencatan senjata. "Serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil di mana pun terjadi merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum humaniter internasional dan harus segera dihentikan," kata Juru Bicara Sekjen PBB, Stephane Dujarric.

Rusia Bertekad Tingkatkan Tekanan

Di sisi lain, Rusia bersumpah untuk meningkatkan "tekanan" lebih lanjut terhadap Kyiv, tetap berpegang pada retorika tanpa kompromi. Pemerintah Rusia menegaskan akan terus melanjutkan operasi militernya di Ukraina.

Sebelumnya, rentetan serangan rudal dan drone Rusia menewaskan sedikitnya 13 orang di ibu kota Ukraina. Otoritas Ukraina pun mendesak sekutunya untuk mengirimkan lebih banyak sistem pertahanan udara. Sebanyak 86 orang lainnya dilaporkan terluka dalam serangan awal.

Dampak dan Konteks Perang

Serangan rudal dan drone Rusia tersebut menghancurkan gedung-gedung apartemen di Kyiv. Serangan ini terjadi beberapa jam setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa Moskow sedang mempersiapkan "serangan besar-besaran".

Rusia secara rutin meluncurkan rudal dan drone ke kota-kota Ukraina, termasuk Kyiv, selama invasi lebih dari empat tahunnya. Perang ini telah menjadi konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II, dengan jumlah korban jiwa yang terus bertambah setiap harinya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga