Prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada Minggu (5/7/2026) diwarnai dengan kemarahan dan seruan kematian terhadap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Salah seorang pembawa acara dalam prosesi tersebut menyerukan kematian Trump di hadapan ratusan ribu pelayat yang memadati Teheran. Seruan ini menjadi yang pertama kali ditujukan kepada Trump dalam rangkaian upacara pemakaman Khamenei.
Prosesi Pemakaman dan Kehadiran Tokoh Penting
Mendiang Ali Khamenei bersama anggota keluarganya yang juga meninggal dunia disalatkan di Teheran. Prosesi itu dihadiri oleh putra-putra Khamenei, yaitu Masoud, Meysam, dan Mostafa, serta sejumlah pejabat tinggi Iran, termasuk Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Qalibaf, Panglima Korps Garda Revolusi Jenderal Ahmad Vahidi, dan Komandan Pasukan Quds Esmail Qaani.
Suasana Emosional dan Seruan Politik
Ratusan ribu pelayat memadati jalan-jalan Teheran, menunjukkan duka mendalam sekaligus kemarahan terhadap kebijakan AS. Seruan kematian untuk Trump menggema di tengah prosesi, mencerminkan ketegangan yang masih tinggi antara Iran dan AS pasca-kematian Khamenei. Peristiwa ini menandai babak baru dalam hubungan kedua negara yang sudah lama memburuk.



