Yerusalem - Sekelompok pemukim Israel menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur pada Jumat (22/5) waktu setempat. Dalam aksinya, para pemukim Israel itu juga menyerang dua penjaga keamanan di kompleks suci tersebut.
Kronologi Penyerbuan
Otoritas Yerusalem Palestina dalam pernyataannya, seperti dilansir Anadolu Agency, Sabtu (23/5/2026), menyebut ada sembilan pemukim Israel yang memaksa masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsa setelah melakukan penyerangan terhadap penjaga keamanan setempat. "Sembilan pemukim menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa setelah menyerang dua penjaganya, dan mereka membawa persembahan roti," sebut Otoritas Yerusalem Palestina dalam pernyataannya, merujuk pada persembahan roti untuk hari raya Yahudi, Shavuot. "Mereka secara paksa memasuki kompleks masjid dan berhasil mencapai halaman Dome of the Rock," imbuh pernyataan tersebut.
Dome of the Rock atau Masjid Kubah Batu, yang juga dikenal sebagai Kubah Shakhrah, merupakan bangunan bersejarah berkubah emas yang sangat penting dalam ajaran Islam. Kubah yang berada di tengah kompleks Masjid Al-Aqsa ini dibangun di atas Batu Sakhrah yang dianggap sebagai tempat Nabi Muhammad SAW memulai perjalanan Isra dan Mi'raj menuju langit.
Signifikansi Situs
Masjid Al-Aqsa sendiri merupakan situs tersuci ketiga di dunia bagi umat Muslim. Bagi umat Yahudi, kompleks suci itu disebut sebagai Temple Mount atau Bukit Bait Suci, yang diklaim sebagai lokasi dua kuil Yahudi pada zaman kuno. Menurut status quo yang diberlakukan sejak lama, umat Yahudi diperbolehkan berkunjung, namun dilarang melakukan ritual keagamaan atau berdoa di dalam kompleks suci tersebut.
Reaksi Otoritas Palestina
Otoritas Yerusalem Palestina, dalam pernyataannya, menggambarkan aksi penyerbuan dan penyerangan oleh para pemukim Israel itu sebagai "preseden berbahaya dan yang pertama untuk insiden semacam itu sejak pendudukan Yerusalem pada tahun 1967". Lebih lanjut, Otoritas Yerusalem Palestina menyebut aksi penyerbuan itu bertepatan dengan adanya "penghasutan luas oleh kelompok-kelompok ekstremis Bukit Bait Suci" pada momen hari raya Yahudi Shavuot dan merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memaksakan realitas baru di dalam kompleks suci itu.
Departemen Wakaf Islam di Yerusalem, dalam pernyataan terpisah, menyatakan bahwa para pemukim Israel itu menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa melalui Gerbang Al-Ghawanimah setelah menyerang dua penjaga masjid. Menurut Departemen Wakaf Islam, para pemukim Israel itu berhasil mencapai halaman Dome of the Rock sambil membawa "persembahan tanaman". Departemen Wakaf Islam menilai insiden tersebut sebagai "eskalasi berbahaya dan upaya untuk memaksakan ritual keagamaan di dalam kompleks Masjid Al-Aqsa".
Konteks Lebih Luas
Insiden terbaru ini terjadi saat lebih dari 70.000 jemaah Palestina menjalankan salat Jumat di Masjid Al-Aqsa meskipun ada pembatasan dari Israel. Sejak tahun 2003, Kepolisian Israel mengizinkan umat Yahudi untuk memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa setiap hari, kecuali pada hari Jumat dan Sabtu.
Warga Palestina memandang penyerbuan umat Yahudi ke kompleks suci tersebut sebagai tindakan yang sangat provokatif. Palestina menilai tindakan semacam itu melanggar kesucian situs suci tersebut dan bertujuan untuk mengubah status quo keagamaan kompleks suci tersebut. Dikeluhkan juga oleh Palestina bahwa Israel selama beberapa dekade telah meningkatkan upaya-upaya untuk men-Yahudi-kan Yerusalem Timur, termasuk Masjid Al-Aqsa, dan menghapus identitas Arab serta Islamnya. Palestina menganggap Yerusalem Timur sebagai ibu kota untuk negara mereka di masa depan, berdasarkan resolusi internasional yang tidak mengakui pendudukan Israel atas kota tersebut pada tahun 1967 atau aneksasinya pada tahun 1980 silam.



