Otoritas penerbangan Rusia menutup sementara empat bandara utama di area ibu kota Moskow pada Senin (22/6) dini hari waktu setempat, menyusul gelombang serangan drone yang mendekati kota. Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin melaporkan bahwa hampir 60 drone berhasil dihancurkan oleh sistem pertahanan udara.
59 Drone Dihancurkan, Bandara Ditutup
Dalam pernyataan melalui Telegram, Sobyanin mengungkapkan bahwa sebanyak 59 drone yang terdeteksi bergerak ke arah Moskow telah dihancurkan. Ia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai metode penghancuran atau menyebut secara spesifik bahwa drone tersebut diluncurkan oleh Ukraina. Namun, Kyiv diketahui telah meningkatkan serangan drone ke wilayah Rusia sebagai respons atas pengeboman kota-kota Ukraina oleh Moskow.
Akibat aktivitas pertahanan udara yang intensif, empat bandara utama—Sheremetyevo, Domodedovo, Vnukovo, dan Zhukovskiy—menangguhkan operasional penerbangan untuk sementara. Otoritas pengawas penerbangan Moskow kemudian mengumumkan pada pukul 05.39 waktu setempat bahwa keempat bandara telah dibuka kembali dan operasional berjalan normal.
Serangan Terbesar Sejak Invasi
Serangan drone ini terjadi setelah pekan lalu satu-satunya kilang minyak di Moskow menjadi sasaran serangan serupa. Dalam insiden tersebut, sistem pertahanan udara kota menembak jatuh hampir 200 drone, menjadikannya serangan udara terbesar di ibu kota Rusia sejak invasi ke Ukraina dimulai pada 2022. Otoritas setempat mengerahkan layanan darurat ke lokasi jatuhnya drone untuk menangani dampak.
Belum ada klaim resmi dari Ukraina terkait serangan kali ini, namun pola serangan drone dari Kyiv ke wilayah Rusia terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir sebagai bagian dari strategi balasan.



