Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengirim kembali draf kesepakatan dengan Iran setelah meminta sejumlah perubahan dalam pembahasan bersama para penasihatnya pada Jumat (29/5/2026). Langkah tersebut membuat negosiasi yang sebelumnya disebut hampir rampung kembali berlanjut setidaknya hingga pekan depan.
Perubahan yang Diminta Trump
Dilansir dari CNN, Senin (1/6/2026), perubahan yang diminta Trump tidak sepenuhnya diungkap ke publik. Namun sejumlah pejabat AS mengatakan Trump menginginkan bahasa yang lebih tegas terkait komitmen nuklir Iran serta jaminan mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran vital bagi perdagangan energi dunia.
Dampak pada Negosiasi
Pengiriman ulang draf ini menunjukkan bahwa kesepakatan akhir belum tercapai. Para diplomat kini harus menunggu respons dari pihak Iran. Proses negosiasi diperkirakan akan memakan waktu setidaknya hingga pekan depan. Sebelumnya, Trump juga mengajukan proposal keras yang menyebut Iran tidak akan mengembangkan senjata nuklir.
Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang menghubungkan negara-negara penghasil minyak di Teluk Persia dengan pasar global. Gangguan di selat ini dapat memicu lonjakan harga energi dunia. Oleh karena itu, jaminan akses bebas melalui Selat Hormuz menjadi salah satu poin krusial dalam perundingan.



