Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Utara mencatat sebanyak 31 kali gempa susulan setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut pada Senin, 8 Juni 2026 pagi.
Data Gempa Susulan dan Kerusakan
Kepala BPBD Sulawesi Utara, Adolf H Tamengkel, menyatakan bahwa hingga pukul 12.00 WITA, tercatat 31 kali gempa susulan pascagempa utama. Berdasarkan data sementara hingga pukul 12.47 WITA, sebanyak 27 unit rumah warga mengalami kerusakan akibat guncangan gempa yang berpusat di laut, sekitar 236 kilometer barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe.
Kerusakan di Kabupaten Kepulauan Sangihe
Di Kabupaten Kepulauan Sangihe, kerusakan tersebar di beberapa kecamatan. Kecamatan Marore, khususnya Kampung Kawio, menjadi wilayah terdampak paling parah dengan 11 rumah dan satu gedung gereja rusak. Di Kampung Matutuang, satu rumah dinas guru, satu sekolah, satu gereja, dan satu rumah warga dilaporkan rusak. Kerusakan juga tercatat di Kampung Marore (2 rumah), Kampung Dira (1 rumah), Kampung Batu Wingkung (1 rumah), Kampung Tambung (1 rumah), Kelurahan Santiago (1 rumah), dan Kelurahan Kolongan Beha (2 rumah). Total sementara di kabupaten ini mencapai 20 rumah warga, dua gedung gereja, satu sekolah, dan satu rumah dinas guru.
Kerusakan di Kabupaten Kepulauan Talaud
Di Kabupaten Kepulauan Talaud, sebanyak tujuh rumah di Kecamatan Rainis dilaporkan mengalami kerusakan. Secara keseluruhan, jumlah kerusakan infrastruktur yang terdata sementara di Sulawesi Utara mencapai 27 unit rumah warga, dua gedung gereja, satu sekolah, dan satu rumah dinas guru.
Peringatan Dini Tsunami
Gempa bumi tersebut juga sempat memicu peringatan dini tsunami. Hasil pemantauan menunjukkan gelombang tsunami terdeteksi di beberapa wilayah, antara lain Tahuna dengan ketinggian 0,30 meter, Melonguane 0,32 meter, Bitung 0,29 meter, Talengen 0,75 meter, dan Ulu Siau 0,18 meter.
Upaya Penanganan dan Imbauan
BPBD Sulawesi Utara bersama pemerintah kabupaten dan kota terus melakukan pendataan korban serta kerusakan infrastruktur. Hingga siang hari, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.



