Pemkot Depok Larang Study Tour Berkedok Piknik dan Wisuda Berbiaya
Pemkot Depok Larang Study Tour Berkedok Piknik dan Wisuda

Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Pendidikan mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh satuan pendidikan di wilayahnya untuk tidak mengadakan kegiatan sekolah yang berpotensi menambah beban biaya bagi orang tua siswa. Imbauan ini mencakup larangan terhadap kegiatan piknik yang berkedok study tour serta kegiatan wisuda bagi jenjang PAUD hingga sekolah menengah yang menimbulkan biaya tambahan.

Surat Edaran Resmi

Imbauan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 400.3.1/3097/Sekret.um/2026 yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Wahid Suryono, pada 12 Mei 2026. Surat ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 45/PK.03.03/KESRA tentang pembangunan pendidikan untuk mewujudkan peserta didik yang cageur, bageur, bener, pinter, tur singer.

Larangan Kegiatan Piknik Berkedok Study Tour

Wahid Suryono menegaskan bahwa sekolah tidak diperbolehkan mengadakan kegiatan piknik yang disamarkan sebagai study tour jika berdampak pada penambahan biaya bagi orang tua murid. Sebagai gantinya, sekolah didorong untuk melaksanakan kegiatan berbasis inovasi dan pembelajaran yang lebih bermanfaat, seperti pengelolaan sampah mandiri, pertanian organik, peternakan, perikanan, hingga pengembangan wawasan dunia usaha dan industri.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Larangan Wisuda Berbiaya

Selain itu, kegiatan wisuda maupun perpisahan pada seluruh jenjang pendidikan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga pendidikan menengah, juga tidak diperkenankan apabila menimbulkan tambahan biaya bagi orang tua murid. Kebijakan ini diambil untuk memastikan bahwa momen perpisahan tidak menjadi ajang komersialisasi yang memberatkan keluarga.

Imbauan Lainnya

Pemkot Depok juga mengimbau peserta didik untuk membiasakan membawa bekal makanan dari rumah guna mengurangi uang jajan, serta mulai menabung sebagai bekal investasi masa depan. Dengan kebijakan ini, diharapkan seluruh satuan pendidikan dapat mematuhi imbauan yang telah disampaikan.

"Sehingga kegiatan pendidikan tetap berfokus pada peningkatan kualitas pembelajaran dan pembentukan karakter peserta didik tanpa memberatkan orang tua," tutup Wahid Suryono.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga