Jakarta - Tembok Penahan Tanah (TPT) setinggi 10 meter longsor setelah tergerus luapan arus Sungai Ciluar di Bogor Utara, Kota Bogor. Peristiwa ini menyebabkan luapan Sungai Ciluar membanjiri 20 rumah warga dengan ketinggian air mencapai 40 hingga 50 sentimeter.
Kronologi Kejadian
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadi Sasongko, menyampaikan bahwa TPT dengan tinggi sekitar 10 meter dan lebar 5 meter longsor pada Senin (5/4/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Longsor terjadi akibat tergerusnya tembok oleh arus Sungai Ciluar yang meluap setelah hujan deras.
"Tembok penahan tanah dengan tinggi sekitar 10 meter dan lebar 5 meter longsor, sehingga air meluap dan membanjiri permukiman warga," ujar Dimas. Akibat kejadian ini, sekitar 20 rumah terendam banjir dengan ketinggian air diperkirakan mencapai 50 sentimeter.
Dampak di Wilayah Lain
Banjir lintasan juga dilaporkan terjadi di permukiman warga Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Drainase yang menyempit dan tersumbat sampah menyebabkan banjir setinggi 40 sentimeter. Seorang warga bernama Andri menjelaskan bahwa banjir di RW 13 dan RW 15 Pasir Jaya mencapai setinggi lutut orang dewasa.
"(Penyebab banjir) Karena sumbatan dan pendangkalan pada drainase. Selain itu drainase tidak bisa dinormalisasikan karena dijadikan halaman rumah warga," imbuh Andri.
Harapan Warga
Andri menyebutkan bahwa banjir selalu terjadi setiap kali hujan deras dalam waktu lama. Ia berharap ada tindakan perbaikan dari kelurahan dan Pemerintah Kota Bogor agar banjir tidak terulang kembali. "Ini sering terjadi, tiap hujan (banjir), apalagi kalau hujan intensitas tinggi. Kalau tidak ada (perbaikan) mau sampai kapan warga kami terus mengeluh saat turun hujan," ujarnya.
BPBD Kota Bogor terus memantau situasi dan mengimbau warga untuk waspada terhadap potensi bencana susulan mengingat curah hujan yang masih tinggi.



