KOMPAS.com - Tingkat kebahagiaan hidup seseorang sebetulnya tidak selalu diukur dari seberapa sering ia tertawa atau tersenyum dalam kehidupan sehari-hari. Kebahagiaan itu bisa diukur apabila Anda merasa puas tinggal di negara yang ditinggali. Misalnya, sudah merasa aman, ekonomi terasa cukup, hingga puas dengan jaminan kesehatan yang disediakan negara.
Negara dan Kebahagiaan Warganya
Namun, tidak semua negara berhasil memberikan rasa bahagia bagi warganya. Hal ini terungkap dalam World Happiness Report 2026 yang dirilis pada Kamis (19/3/2026). Laporan tahunan ini mengukur tingkat kebahagiaan berdasarkan berbagai indikator, termasuk dukungan sosial, pendapatan, kesehatan, kebebasan, kemurahan hati, dan tidak adanya korupsi.
Hasil Survei Global
World Happiness Report 2026 menunjukkan bahwa masih banyak negara yang belum mampu menciptakan lingkungan yang mendukung kebahagiaan warganya. Faktor-faktor seperti ketidakstabilan ekonomi, konflik, dan kurangnya akses terhadap layanan kesehatan menjadi penghalang utama. Negara-negara dengan tingkat kebahagiaan tinggi biasanya memiliki sistem jaminan sosial yang kuat, tingkat keamanan yang tinggi, dan ekonomi yang stabil.
Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih lanjut, data lengkap World Happiness Report 2026 dapat diakses melalui situs resmi mereka. Laporan ini menjadi pengingat bahwa kebahagiaan bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga tanggung jawab negara dalam menciptakan kesejahteraan bagi seluruh warganya.



