Ketua DPP PDI Perjuangan, Deddy Sitorus, menyikapi langkah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang segera berjaket PSI. Deddy menyinggung Jokowi yang sejak lama sudah membesarkan PSI dengan merekrut orang-orang di pemerintahan dan BUMN kala menjabat.
Pernyataan Deddy Sitorus
"Memangnya dari dulu dia tidak di PSI, kan anaknya sudah Ketua Umum dan sebelum itu dia membesarkan PSI dengan merekrut orang-orangnya di pemerintahan dan BUMN," kata Deddy kepada wartawan, Senin (15/6/2026).
Ia mengatakan urusan PDIP dan Jokowi sudah selesai usai pemecatan. Deddy menilai terlalu dini untuk menilai apakah posisi Jokowi di PSI akan berdampak ke partainya.
"Bagi kami, urusan dengan Jokowi sudah selesai, sudah dipecat dari keanggotaan partai. Jadi dia mau pakai jaket partai apa pun, itu urusan Jokowi. Apakah akan berdampak pada PDI Perjuangan? Kita lihat saja nanti karena pemilu masih jauh," kata Deddy.
Pengawasan terhadap Upaya Bujuk Kader
Deddy mengatakan pihaknya mengawasi upaya pihak Jokowi membujuk kader-kader PDIP untuk bergabung dengan PSI. Deddy mengklaim bahkan ada pihak yang ditawari bantuan material.
"Kami terus mengawasi gerakan mereka yang terus menerus berusaha membujuk kader-kader PDIP untuk masuk PSI di berbagai daerah, baik anggota dewan, kepala daerah hingga pengurus partai dan kader. Menurut info yang saya dengar, bahkan rata-rata ditawari bantuan material yang lumayan. Tidak tahu kebenarannya. Terus terang kami tidak takut," ujar Deddy.
PSI Gagal ke Parlemen Meski Ada Nama Jokowi
Anggota Komisi II DPR RI ini lantas mengungkit PSI yang belum bisa lolos ke parlemen padahal saat itu sudah terikat dengan nama Jokowi. Deddy lantas berbicara soal upaya pembajakan kader-kader partai lain untuk masuk PSI.
"Pemilu kemarin, saat di puncak kekuasaan dengan jaringan pemerintahan dan APH serta anggaran bansos APBN saja, mereka masih gagal masuk parlemen. Ingat, partai-partai lain pun akan berhadapan dengan mereka karena upaya untuk membajak kader partai-partai lain," tutur Deddy.
"Ini banyak sekali terlihat gejalanya, terutama di basis-basis Nasdem, Demokrat, dan PAN. Jadi mereka tidak saja berhadapan dengan PDIP, tetapi juga dengan partai-partai lain yang kadernya dipungut untuk membesarkan PSI secara instan!" pungkasnya.



