Golkar Panggil Anggota DPRD Terkait Dugaan Intimidasi Dokter Icha
Golkar Panggil Anggota DPRD Dugaan Intimidasi Dokter Icha

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji mengonfirmasi bahwa partainya telah memanggil anggota DPRD dari Fraksi Golkar, Theresius Lazakar, untuk diklarifikasi terkait dugaan intimidasi terhadap dr. Elisa Princilia Utami Pakaenoni, yang dikenal sebagai dokter Icha. Peristiwa ini diduga menjadi pemicu dokter Icha mengakhiri hidupnya.

Proses Klarifikasi dan Sanksi

Sarmuji menjelaskan bahwa pemanggilan dilakukan melalui DPD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). "Kami sudah memanggil melalui DPD Provinsi NTT, sudah dipanggil yang bersangkutan. Kemarin saya bertelepon dengan Ketua DPD Provinsi NTT dan DPD NTT lagi menyusun laporan dari pemanggilan yang bersangkutan," ujar Sarmuji di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (1/7).

Ia menegaskan bahwa partainya akan bersikap adil dalam proses ini. Jika terbukti terlibat intimidasi, Theresius akan dikenakan sanksi partai. "Cuma memang seperti yang disampaikan oleh salah satu ahli mengatakan, kita mesti tahu benar apakah benar ada tindakan seperti itu, tindakan intimidasi, dan apakah tindakan intimidasi itu benar, kemudian menyebabkan seseorang mengambil keputusan seperti yang kemarin," tambahnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kronologi Kasus

Dokter Icha ditemukan meninggal dunia di rumah orang tuanya di Perumahan RSS Baumata, Kabupaten Kupang, NTT, pada Jumat (26/6) sekitar pukul 18.00 WITA. Ia meninggal setelah menjalani perawatan medis akibat tekanan psikologis yang dialaminya. Tekanan tersebut diduga berasal dari intimidasi yang dilakukan oleh anggota DPRD Timor Tengah Utara (TTU) saat ia menangani pasien anak korban gigitan ular di RS Leona pada Sabtu (13/6).

Polisi telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap tiga anggota DPR yang diduga terlibat: Therensius Lazakar (Golkar), Robert Tubani (PKB), dan Veronika Lake (PDIP). Therensius, yang disebut sebagai paman korban, datang ke rumah sakit bersama Nubertus Tubani dan Veronika Lake. Mereka dilaporkan berbicara dengan nada intimidatif kepada dr. Icha.

Dampak Psikologis pada Korban

Paman korban, Victor Manbait, mengungkapkan kondisi psikologis dokter Icha pasca-insiden. "Dokter Icha masih mengalami ketakutan dan tekanan psikologis akibat bentakan yang diterimanya saat bertugas," ujarnya pada Jumat (26/6). Tekanan ini diduga menjadi faktor utama yang mendorong dokter Icha mengambil langkah tragis.

Sebelumnya, PDIP juga telah mengambil tindakan dengan menonaktifkan Veronika Lake buntut dugaan intimidasi ini. Kasus ini menjadi sorotan publik dan menimbulkan keprihatinan atas perlindungan tenaga kesehatan di Indonesia.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga