Ketua Timwas Haji DPR Puji Pelayanan Haji 2026 Cetak Sejarah
Ketua Timwas Haji DPR: Pelayanan Haji 2026 Cetak Sejarah

Mekah, CNN Indonesia -- Ketua Tim Pengawas Haji DPR yang juga Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurizal memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan dan pelayanan ibadah haji yang disediakan pemerintah untuk jemaah pada tahun 2026. Menurutnya, pengawasan yang dilakukan Tim Pengawas Haji DPR tahun ini berhasil menemukan catatan sejarah perbaikan pelayanan jemaah haji.

Catatan Sejarah Perbaikan Pelayanan Haji

Cucun menjelaskan bahwa catatan sejarah perbaikan pelayanan ini terwujud setelah Presiden Prabowo Subianto membentuk Kementerian Haji dan Umrah. Sejauh ini, Tim Pengawas DPR RI melihat Kementerian Haji dan Umrah, beserta seluruh petugas haji, berhasil mengelola pelaksanaan haji 2026 dengan sempurna, mulai dari tahap pemberangkatan dari tanah air, pelayanan di Madinah, pelayanan di Makkah, hingga pemberangkatan ke Arafah.

Banyak perbaikan yang sudah dilakukan dibandingkan pelayanan haji tahun-tahun sebelumnya. Cucun menyatakan bahwa jika ada masalah, semua mampu dimitigasi dengan baik sehingga tidak menimbulkan kendala yang signifikan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Transformasi Kementerian Haji dan Umrah

“Setelah Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 lahir ini, concern Kementerian Haji dan Umrah memulai persiapan di tahap-tahap yang begitu panjang, melakukan transformasi dari kementerian yang lama. Dan alhamdulillah wujudnya sekarang, kita bisa lihat lompatan-lompatan transformasi ini sudah bisa dirasakan oleh seluruh umat Islam yang sedang berada wukuf di Arafah,” katanya saat wukuf di Padang Arafah, Selasa (26/5) kemarin.

Ia bersyukur dengan catatan perbaikan itu, seluruh jemaah haji Indonesia bisa berada di Arafah dan menunaikan ibadah haji dengan lancar.

Komitmen Perbaikan Berkelanjutan

Meskipun sudah sempurna, Cucun menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berhenti. DPR bersama dengan Kementerian Haji dan Umrah akan terus bersinergi dan berkolaborasi dalam memperbaiki dan menyempurnakan layanan kepada jemaah haji Indonesia agar ke depan bisa semakin nyaman dalam beribadah.

Sinergi akan dilakukan sejak pembahasan penentuan besaran biaya penyelenggaraan ibadah haji. “Juga komponen-komponen yang harus dilakukan upgrading, harus dilakukan peningkatan, alhamdulillah sedikit demi sedikit sekarang sudah banyak dirasakan oleh masyarakat, rakyat kita yang sedang melaksanakan ibadah haji,” katanya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga