Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memberikan tanggapan resmi terkait wacana Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka kembali maju sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden untuk periode kedua. Wacana tersebut sebelumnya digaungkan oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Pemerintah Fokus pada Pekerjaan yang Ada
Prasetyo Hadi, yang akrab disapa Pras, menegaskan bahwa pemerintah saat ini belum mempertimbangkan wacana tersebut. Ia menyatakan bahwa prioritas utama pemerintah adalah menyelesaikan berbagai pekerjaan yang sudah berjalan.
“Kita kalau mewakili pemerintah, mewakili Pak Presiden, yang penting fokus bekerja dulu. Kita belum berpikir mengenai hal itu,” ujar Pras di kompleks parlemen, Jakarta, pada Jumat (26/6/2026).
Menurut Pras, masih banyak pekerjaan rumah pemerintah yang harus diselesaikan, mulai dari masalah ketenagakerjaan, guru, Aparatur Sipil Negara (ASN), hingga hilirisasi industri.
“Misalnya masalah ketenagakerjaan masih banyak. Kemudian masalah teman-teman guru juga masih banyak yang harus kita tata. Masalah ASN harus kita tata, masalah industrialisasi, hilirisasi masih banyak yang harus kita selesaikan. Kita fokus itu dulu,” jelasnya.
PSI Yakin Prabowo-Gibran Maju Lagi di Pilpres 2029
Sementara itu, Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali menyatakan keyakinannya bahwa Prabowo Subianto akan kembali berpasangan dengan Gibran Rakabuming Raka sebagai kandidat capres-cawapres pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029. Ia enggan berspekulasi mengenai kemungkinan keduanya berpisah jalan.
“Pilihan yang ada kita kan mendukung pasangan Prabowo-Gibran, saya juga tidak yakin kalau Pak Prabowo tidak ambil kembali Mas Gibran,” kata Ahmad Ali dalam siniar What the Fact Politics CNN Indonesia, Jumat (19/6/2026).
Ali menambahkan bahwa di antara sosok-sosok lain yang masuk dalam bursa calon wakil presiden, Gibran merupakan kandidat yang paling menonjol. Ia berpendapat tidak ada calon lain yang lebih baik dari putra sulung Presiden ke-7 RI Joko Widodo sekaligus kakak Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep.
Wacana Prabowo-Gibran 2 periode ini muncul di tengah kesibukan pemerintahan yang masih harus menuntaskan berbagai agenda nasional. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan prioritas kerja sebelum membahas wacana politik jangka panjang.



