Momen menarik terjadi saat Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) bertemu dalam upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Pusat Latihan Brimob Polri, Cikeas, Bogor, Rabu (1/7/2026). Keduanya kompak saling memberi hormat sebelum bersalaman, berbeda dengan tamu lainnya.
Kedatangan Prabowo dan Penyambutan Tamu
Setibanya di lokasi, Prabowo menyalami satu per satu tamu yang hadir, termasuk istri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Sinta Nuriyah Wahid, yang duduk di samping Jokowi. Saat berpapasan dengan Jokowi, Prabowo memberi hormat dan langsung dibalas dengan sikap hormat yang sama oleh Jokowi. Keduanya kemudian bersalaman.
Prabowo melanjutkan perjalanan menyalami tamu lain seperti Ketua DPR Puan Maharani, Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin, dan Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyati atau Titiek Soeharto. Setelah itu, ia menuju kursi di panggung utama, duduk bersebelahan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto juga tampak duduk sejajar.
Kehadiran Pejabat Negara
Sejumlah anggota Kabinet Merah Putih turut hadir, antara lain Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menko Bidang PMK Pratikno, Menteri Agama Nasaruddin Umar, dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla juga menghadiri acara tersebut.
Pesan Prabowo untuk Polri
Dalam sambutannya, Prabowo menyampaikan pesan penting kepada Polri. "Pertama, jagalah kepercayaan rakyat, karena kepercayaan adalah senjata terkuat seorang polisi," ujar Prabowo. Ia menekankan bahwa gaji dan perlengkapan polisi berasal dari rakyat, sehingga Polri harus melindungi rakyat.
"Ingat, gaji kita sebagai alat negara adalah dari rakyat. Semua perlengkapan kita dari rakyat, karena itu kita harus benar-benar menjaga dan melindungi rakyat," jelasnya.
Penegakan Hukum yang Adil
Prabowo juga menegaskan pentingnya penegakan hukum yang adil. "Hukum tidak boleh menjadi alat mereka-mereka yang punya uang. Hukum tidak boleh menjadi alat balas dendam politik. Hukum tidak boleh digunakan untuk kepentingan satu kelompok mana pun," tegasnya.
Ia menambahkan, "Tidak boleh ada kriminalisasi. Tidak boleh ada penyalahgunaan wewenang. Dan tidak boleh ada siapa pun yang kebal terhadap hukum."
Apresiasi untuk Kapolri
Prabowo menyampaikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80. "Saya menyampaikan terima kasih kepada Kapolri beserta seluruh jajarannya yang terus melakukan pembenahan organisasi, meningkatkan profesionalisme, meningkatkan disiplin, memperkuat pelayanan publik dan membangun sinergi dengan seluruh komponen bangsa," kata Prabowo.
Ia juga mengungkit prestasi Polri yang berhasil mempertahankan nol insiden terorisme.



