Sleman Siapkan 1.000 Siswa Sambut Prabowo-Modi saat Libur Sekolah
Sleman Siapkan 1.000 Siswa Sambut Prabowo-Modi saat Libur

Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyiapkan sebanyak 1.000 siswa sekolah dasar dan menengah pertama untuk menyambut kedatangan Presiden RI Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri India Narendra Modi pada Rabu, 8 Juli 2026. Penyambutan dilakukan di Bandara Adisutjipto Sleman, meskipun para siswa sedang dalam masa libur sekolah setelah pembagian rapor.

Pembagian Dua Sif Penyambutan

Kepala Dinas Pendidikan Sleman Mustadi mengatakan bahwa seribu siswa tersebut dibagi menjadi dua sif. Sebanyak 500 siswa pertama akan menyambut kedatangan Prabowo dan Modi sebelum keduanya menuju Candi Prambanan sekitar pukul 10.00 WIB. Sementara 500 siswa sisanya akan berada di lokasi saat Prabowo dan Modi kembali ke bandara sekitar pukul 12.00 WIB.

"Kita siapkan seribu anak SD dan SMP," ujar Mustadi saat dihubungi pada Selasa, 7 Juli 2026. Para siswa akan ditempatkan di pintu keluar Bandara Adisutjipto dan mengenakan busana adat Jawa.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Instruksi dari Sekretariat Presiden

Mustadi menegaskan bahwa langkah mempersiapkan ribuan siswa ini merupakan arahan dari pemerintah pusat, bukan inisiatif dari pemerintah daerah. "Itu dari protokolnya Presiden, tidak ada (inisiatif) yang dari pemda, ini semua langsung dari protokolnya Presiden," katanya. Instruksi tersebut ditindaklanjuti melalui rapat koordinasi daerah yang melibatkan organisasi perangkat daerah terkait.

Pemkab Sleman menyadari bahwa penyambutan ini masih bertepatan dengan masa liburan sekolah. Namun, mereka merasa wajib melaksanakan instruksi dari pusat. "Ya prinsipnya karena itu satu memang dari instruksi dari atas, kemudian pemda menyambut baik dengan perintah itu ya memang harus kita kondisikan. Jadi harus kita kondisikan dengan korwil, dengan kepala sekolah, dengan pengawas, biar kita bisa laksanakan," imbuh Mustadi.

Kontradiksi dengan Pernyataan Prabowo

Langkah ini menarik perhatian karena Prabowo sebelumnya pernah meminta seluruh kepala daerah untuk tidak mengerahkan siswa sekolah dalam penyambutan kunjungan kerja. Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan Jembatan Kabanaran di Bantul, DIY, pada 19 November 2025. Namun, Mustadi menegaskan bahwa Pemkab Sleman hanya mematuhi instruksi dari Sekretariat Presiden.

"Saya tidak tahu (dasar penyambutan), tapi kenyataannya dari Sekretariat Presiden seperti itu, dari kemarin seperti itu," kata dia. Ia menambahkan bahwa Bupati Sleman telah memberikan perintah langsung untuk menyiapkan siswa sejak sehari sebelumnya. "Terus Pak Bupati dawuh (perintah) kemarin, saya ditimbali (dipanggil) pak bupati, teman-teman prokompim, OPD-OPD ya sudah terus saya siapkan, sejak kemarin semalam, kemudian hari ini sudah kita siapkan intinya seperti itu, terkondisilah gitu," ujar Mustadi.

Kunjungan PM Modi ke Indonesia merupakan bagian dari penguatan kerja sama bilateral, termasuk dalam bidang pendidikan dan kebudayaan. Sebelumnya, Prabowo menganugerahkan Bintang Republik Indonesia Adipurna kepada PM Modi sebagai penghargaan atas kontribusinya dalam mempererat hubungan kedua negara.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga