Pemerintah Timor Leste mengumumkan masa berkabung selama sepekan untuk menghormati mantan Presiden Francisco "Lu-Olo" Guterres yang meninggal dunia pada akhir pekan lalu. Guterres, yang menjabat sebagai presiden dari tahun 2017 hingga 2022, menghembuskan napas terakhir dalam usia 71 tahun saat menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Malaysia.
Pengibaran Bendera Setengah Tiang
Dalam pernyataan resmi yang dikutip AFP pada Senin (22/6/2026), pemerintah Timor Leste memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang di seluruh gedung publik, termasuk kantor Kedutaan Besar dan Konsulat di luar negeri. Langkah ini diambil sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada mendiang Guterres.
Jenazah Guterres diperkirakan akan tiba di Dili, ibu kota Timor Leste, pada Selasa (23/6) besok. Domingos Guterres, saudara laki-laki almarhum, mengungkapkan kepada wartawan setempat bahwa persiapan pemakaman sedang diatur.
Penghormatan dari Para Petinggi
Presiden Timor Leste saat ini, Jose Ramos-Horta, yang sebelumnya mengalahkan Guterres dalam pemilihan presiden 2022, menyebut mantan saingannya itu sebagai seorang "patriot hebat". Dalam pernyataannya, Ramos-Horta menegaskan bahwa kepergian Guterres merupakan "kehilangan besar bagi bangsa".
Pemerintah Timor Leste juga menyampaikan "belasungkawa terdalam" kepada keluarga Guterres, Partai Front Revolusioner untuk Timor Timur Merdeka (Fretilin) yang pernah dipimpinnya, dan seluruh rakyat Timor Leste.
Permintaan Privasi dari Keluarga
Keluarga Guterres meminta agar privasi mereka dihormati di tengah duka yang mendalam. "Kami meminta semua orang untuk menghormati privasi keluarga pada saat yang sulit ini, sementara kami bergabung dalam doa dan memberikan penghormatan bagi kenangannya, warisannya, dan pengabdiannya kepada rakyat Timor Leste," demikian bunyi pernyataan keluarga.
Sementara itu, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim juga menyampaikan rasa duka cita. Dalam pernyataannya, Anwar mengatakan dirinya "sedih" atas meninggalnya Guterres dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga serta rakyat Timor Leste. "Malaysia berduka atas kepergiannya bersama rakyat Timor. Dia akan dikenang di sini dengan hormat dan kasih sayang," ujar Anwar.



