Arab Saudi menjadi salah satu negara yang mengirim delegasi untuk menghadiri prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Pemilihan ayat Al-Quran yang dilantunkan saat delegasi Saudi memberi penghormatan menjadi sorotan di media sosial.
Khamenei Wafat dalam Serangan Udara
Khamenei gugur pada usia 86 tahun dalam serangan udara Amerika Serikat-Israel di kompleks kediamannya pada 28 Februari lalu. Prosesi pemakaman berlangsung selama enam hari. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan ada delegasi dari 110 negara yang hadir, seperti dilansir Al-Jazeera dan Xinhua, Minggu (5/7/2026).
Negara yang Hadir dan Absen
AS dan sejumlah negara barat tidak hadir. Negara yang mengirim kepala negara atau delegasi antara lain Pakistan (Perdana Menteri Shehbaz Sharif), Tajikistan (Presiden Emomali Rahmon), Armenia (PM Nikol Pashinyan), Georgia (Presiden Mikheil Kavelashvili), Turki (Wakil Presiden Cevdet Yilmaz), India (wakil menteri luar negeri dan gubernur), China (He Wei), Rusia (Dmitry Medvedev), Afghanistan (Menteri Luar Negeri Taliban Amir Khan Muttaqi), Bangladesh (Ketua Parlemen Hafiz Uddin Ahmed), Qatar, Arab Saudi, dan Indonesia (Dubes RI Rolliansyah Soemirat).
Delegasi Saudi dan Ayat yang Viral
Delegasi Arab Saudi dipimpin Wakil Menteri Luar Negeri Walid Al-Khuraiji. Kehadirannya tidak terduga karena pada Maret lalu Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud mendesak Iran untuk 'menghitung ulang' strateginya. Saat delegasi Saudi memberikan penghormatan, pihak Iran mengatur pembacaan QS 3:13 atau Al Imran ayat 13, yang merujuk pada Pertempuran Badr. Ayat tersebut berbunyi: "Sungguh, telah ada tanda (bukti) bagimu pada dua golongan yang bertemu (dalam pertempuran)..." Pemilihan ayat ini viral di media sosial dan dianggap sebagai pengingat bagi Saudi.



