Trump Kecewa dengan Proposal Baru Iran Soal Selat Hormuz
Trump Kecewa dengan Proposal Baru Iran Soal Selat Hormuz

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan ketidakpuasannya terhadap proposal terbaru yang diajukan Iran melalui mediator Pakistan. Proposal tersebut bertujuan membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang, namun tidak menyentuh isu utama yang menjadi perhatian Washington, yaitu program nuklir Teheran.

Menurut laporan New York Times yang mengutip sumber terpercaya, Trump telah menerima penjelasan mengenai proposal tersebut dalam rapat di Situation Room Gedung Putih pada Senin, 27 April 2026. Proposal ini memprioritaskan pembukaan Selat Hormuz oleh Iran dengan syarat AS mencabut blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Sejumlah pejabat AS dan Iran mengonfirmasi bahwa proposal tersebut tidak membahas langkah-langkah yang harus diambil terkait program nuklir Iran. Sebelumnya, Iran menolak tuntutan AS untuk menghentikan semua pengayaan uranium dengan alasan hak berdasarkan hukum internasional. Teheran juga menolak menyerahkan uranium yang telah diperkaya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Belum jelas secara pasti apa yang membuat Trump tidak puas, namun ia telah lama bersikeras pada dua tuntutan nuklir utama AS. Seorang pejabat AS yang tidak ingin disebut namanya menyatakan bahwa menerima proposal Iran akan secara terbuka menyangkal kemenangan Trump.

Juru bicara Gedung Putih, Olivia Wales, menegaskan bahwa AS tidak akan bernegosiasi melalui pers dan telah menyampaikan batasan-batasannya dengan jelas. "Presiden hanya akan membuat kesepakatan yang baik bagi rakyat Amerika dan dunia," ujarnya kepada NYT.

Proposal baru Iran pertama kali dilaporkan oleh media AS Axios pada Minggu, 26 April 2026, setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyerahkannya kepada mediator Pakistan. Menurut Axios, proposal tersebut mengusulkan perpanjangan gencatan senjata untuk jangka waktu lama atau permanen, sementara perundingan nuklir hanya akan dimulai setelah Selat Hormuz dibuka kembali dan blokade laut AS dicabut.

AS selama ini bersikeras agar Iran menangguhkan pengayaan uranium setidaknya selama satu dekade dan memindahkan pasokan uranium yang diperkaya dari negara tersebut. Tuntutan itu belum diterima secara resmi oleh Teheran. Dengan urutan proposal baru ini, AS berisiko kehilangan sumber daya tawar utama berupa blokade laut sebelum masalah nuklir terselesaikan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga