Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengonfirmasi bahwa Pemerintah Indonesia menerima undangan resmi dari Iran untuk menghadiri rangkaian prosesi pemakaman pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Pemerintah menyampaikan apresiasi atas undangan tersebut dan menunjuk Duta Besar RI di Teheran, Rolliansyah Soemirat, sebagai perwakilan.
Kehadiran Dubes RI di Grand Mosalla
Juru bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang, menyatakan bahwa pada 2 Juli 2026, pihak Iran memberitahukan kepada seluruh perwakilan diplomatik di Iran bahwa acara penghormatan resmi akan dihadiri pejabat tinggi dari pemerintah pusat. Iran menyampaikan apresiasi terhadap keputusan Pemerintah RI yang secara resmi menunjuk Dubes RI di Teheran untuk mewakili Indonesia.
Dubes Rolliansyah Soemirat telah hadir pada 4 Juli 2026 waktu setempat di acara penghormatan dan doa bersama di Grand Mosalla, Teheran. "Sebagai informasi, pada 4 Juli pagi waktu Teheran, Dubes RI telah hadir dalam acara penghormatan dan doa bersama bagi jenazah almarhum yang disemayamkan di Grand Mosalla, Tehran," ujar Yvonne.
Rangkaian Acara Penghormatan Selama Enam Hari
Berdasarkan informasi resmi Pemerintah Iran, rangkaian acara penghormatan terhadap Khamenei berlangsung sejak 3 hingga 9 Juli 2026 di berbagai kota di Iran dan Irak. Ribuan pelayat berkumpul di halaman Grand Mosalla, membawa spanduk merah yang identik dengan seruan balas dendam. Mereka meneriakkan yel-yel seperti "matilah Amerika" dan "balas dendam, balas dendam", menurut laporan jurnalis AFP di lokasi.
Polisi antihuru-hara berjaga di sekitar lokasi untuk mengamankan prosesi. Jenazah Khamenei akan disemayamkan siang dan malam hingga Senin mendatang di dalam kompleks Grand Mosalla, yang dibuka untuk umum pada Sabtu pukul 06:00 waktu setempat (02:30 GMT).
Dampak dan Respons Diplomatik
Kehadiran Dubes RI menunjukkan komitmen Indonesia dalam menjalin hubungan diplomatik dengan Iran, terutama dalam momen duka nasional. Pemerintah Iran menyambut baik partisipasi Indonesia dalam acara tersebut. Prosesi pemakaman ini menjadi peristiwa besar yang melibatkan ribuan pelayat dari berbagai negara, menandai perubahan kepemimpinan di Iran setelah wafatnya Ayatollah Khamenei.



