KOMPAS.com - Sebuah video yang beredar di media sosial mengklaim menunjukkan wilayah Mamboro, Kota Palu, Sulawesi Tengah, dilanda tsunami kecil. Unggahan tersebut muncul setelah gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,7 mengguncang Palu pada Selasa (16/6/2026). Namun, setelah dilakukan penelusuran, video tersebut dipastikan sebagai hoaks.
Narasi yang Beredar
Video yang mengeklaim tsunami kecil melanda Mamboro, Palu, dibagikan oleh beberapa akun Facebook. Narasi dalam unggahan tersebut menyebutkan bahwa gelombang tsunami setinggi sekitar 1 meter terjadi di pesisir Mamboro akibat gempa. Akun-akun tersebut menyebarkan video dengan cepat, memicu kekhawatiran di kalangan warganet.
Fakta di Balik Video
Berdasarkan verifikasi Tim Cek Fakta Kompas.com, video yang beredar bukanlah rekaman tsunami terkini. Video tersebut merupakan rekaman lama yang pernah beredar pada tahun 2021, yang memperlihatkan fenomena gelombang pasang di wilayah lain. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mengonfirmasi bahwa gempa Magnitudo 6,7 di Palu tidak berpotensi tsunami. "Gempa tersebut tidak memicu tsunami karena pusat gempa berada di darat dan kedalaman dangkal," jelas Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, dalam keterangan resmi.
Dampak Hoaks
Penyebaran hoaks ini sempat menimbulkan kepanikan di masyarakat Palu, yang masih trauma dengan tsunami dahsyat tahun 2018. Pemerintah setempat mengimbau warga untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Kapolresta Palu, Kombes Pol. Rahmat, menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas penyebar hoaks yang meresahkan. "Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu merujuk pada sumber resmi seperti BMKG dan BNPB," ujarnya.



