Senat AS Sahkan Resolusi Setop Perang Iran, Trump Marah-marah!
Senat AS Sahkan Resolusi Setop Perang Iran, Trump Marah

Presiden Amerika Serikat Donald Trump meluapkan kemarahannya setelah Senat AS meloloskan resolusi yang menyerukan diakhirinya perang terhadap Iran. Dalam pernyataannya melalui platform Truth Social pada Rabu (24/6/2025), Trump menyebut resolusi simbolis itu disahkan pada waktu yang tidak tepat dan tidak berarti.

Resolusi UU Kekuatan Perang

Resolusi yang diberi nama UU Kekuatan Perang itu disahkan oleh Senat AS dengan perolehan suara 50 mendukung dan 48 menolak. Empat senator dari Partai Republik bergabung dengan Partai Demokrat untuk mendukung resolusi tersebut, sementara satu senator Demokrat menolak dan dua senator Republik abstain.

Trump mengecam empat senator Republik yang berubah sikap, yaitu Bill Cassidy, Susan Collins, Lisa Murkowski, dan Rand Paul. Ia menyebut mereka sebagai pecundang dalam pernyataannya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dampak Resolusi

Resolusi ini menginstruksikan Trump untuk mengakhiri permusuhan terhadap Iran, kecuali Kongres AS mengizinkan tindakan militer lebih lanjut. Meskipun bersifat simbolis, resolusi ini menjadi penolakan terkuat dari Kongres terhadap perang setelah sembilan voting sebelumnya gagal.

Trump mengatakan bahwa ia telah membuat Iran terpojok dan siap menyerah, tetapi Senat justru mempersulit pekerjaannya. Ia menegaskan akan tetap menuntaskan tugasnya dengan cara apa pun.

Dampak praktis dari resolusi ini belum diketahui pasti, mengingat AS dan Iran telah mencapai kesepakatan damai sementara. Namun, langkah ini menunjukkan adanya perpecahan antara eksekutif dan legislatif dalam kebijakan luar negeri AS.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga