Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa tidak akan ada biaya tol yang dikenakan untuk melintasi Selat Hormuz, kecuali jika pungutan tersebut dilakukan oleh Amerika Serikat. Pernyataan ini disampaikan Trump melalui akun Truth Social pada Sabtu (20/6/2026) dan dilansir oleh Al Jazeera serta Reuters.
Trump: Tak Ada Biaya Tol Selama Gencatan Senjata
Dalam unggahannya, Trump menulis bahwa tidak akan ada biaya tol di Selat Hormuz selama 60 hari ke depan, yakni selama periode gencatan senjata. Setelah periode itu berakhir, ia juga menegaskan tidak ada biaya tol, kecuali jika dikenakan oleh dan untuk Amerika Serikat. Trump menyebut bahwa pungutan tersebut dapat diterapkan jika kesepakatan tidak tercapai, sebagai bentuk imbalan atas jasa yang diberikan AS sebagai 'Malaikat Pelindung' bagi negara-negara Timur Tengah, termasuk untuk penggantian biaya di masa lalu, sekarang, dan masa depan.
Iran Kembali Tutup Selat Hormuz
Sebelumnya, Iran telah menutup Selat Hormuz sejak AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Namun, berdasarkan nota kesepahaman yang ditandatangani pada Rabu (17/6/2026), selat tersebut seharusnya dibuka kembali untuk sementara waktu selama 60 hari. Selama periode itu, Iran dilarang memungut biaya dari kapal yang melintas.
Namun, pada Sabtu (20/6/2026), Komando Militer Pusat Iran mengumumkan penutupan kembali Selat Hormuz. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap serangan Israel ke Lebanon selatan yang dinilai sebagai pelanggaran perjanjian antara Teheran dan Washington. Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah, Markas Besar Pusat Khatam-al Anbiya menyatakan bahwa penutupan ini adalah langkah pertama sebagai tanggapan atas pelanggaran janji musuh. Mereka juga mengancam akan mengambil langkah lebih lanjut jika agresi berlanjut.
Militer AS Waspada
Menanggapi penutupan kembali Selat Hormuz oleh Iran, militer AS menyatakan tetap hadir dan waspada di jalur pelayaran strategis tersebut. Komando Pusat AS (CENTCOM) dalam pernyataannya pada Sabtu (20/6/2026) menegaskan bahwa pasukan AS siap memastikan semua aspek perjanjian dengan Iran dipatuhi dan berlaku penuh. CENTCOM juga melaporkan bahwa 55 kapal komersial telah transit di selat tersebut pada hari Sabtu dan jalur aman melalui jalur air internasional masih tetap utuh hingga saat ini.



